10 Kesalahan Para Manajer dan Cara Mengatasinya

11 November, 2010 at 12:35 pm Tinggalkan komentar

Manajer/pemimpin merupakan orang yang memegang peran penting atas maju mundurnya suatu organisasi. Manajer yang baik adalah manajer yang dapat memberikan motivasi dan meningkatkan prestasi kerja dari semua komponen yang ada dalam organisasi tersebut. Tidak semua pemimpin merupakan manajer yang baik, begitu pula sebaliknya tidak semua manajer yang baik merupakan pemimpin yang baik.

Mengemukanya isu kepemimpinan dipicu oleh dunia perusahaan yang sebagian besar tidak lagi menggunakan prinsip manajemen memerintah dan mengontrol. Mereka sadar bahwa bila manajer “tradisional” memerintah seseorang untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, maka seorang pemimpin adalah orang yang membuat orang lain melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan (dan bahkan lebih) dengan sedikit petunjuk dan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.

Berikut adalah 10 kesalahan dan kebodohan yang harus dihindari jika kita ingin membangun organisasi yang lebih produktif dan positif.

10. Tidak Mempercayai Karyawan

Jika anda terus menerus tidak mempercayai karyawan, anda hanya benar sebesar 3% saja. Namun jika kita selalu mempercayai karyawan kita, sampai terbukti bahwa kita keliru, maka kita telah menghabiskan waktu sebanyak 97% untuk melakukan hal yang benar. Maka mengapa kita tidak melakukan hal yang benar saja? Mempercayai karyawan akan memberikan hasil yang luar baisa positif bagi organisasi kita.

9. Menghabiskan Terlalu Banyak Waktu di Kantor

Pernahkah kita bertanya: “Berapa di antara kita yang tidak memiliki masalah?” Tentu saja semua orang setuju bahwa kita semua memiliki masalah. Kemudian tanyakan lagi: “Kemanakah kita sebagai manajer akan mencari jawabannya?” Jika dari kita ada yang menjawab: “Kepada konsumen atau pelanggan”, anda telah benar. Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa kita lebih banyak menghabiskan waktu di kantor kita sendiri? Kita takan mendapatkan jawaban apapun jika kita terus berdiam diri di kantor. Untuk mendapatkan jawaban atas persoalan yang ada, kita harus menghabiskan waktu setidaknya 66% untuk mempraktekan management by walking around.

8. Memuaskan Konsumen

Jika kita berusaha memuaskan konsumen, kita akan segera terlempar dari bisnis kita. Mengapa hal ini terjadi? Karena hanya dengan melampaui harapan konsuemn, konsumen akan mengingat kita dan perusahaan. Jika tidak, mereka akan melupakan dan tidak akan mempertimbangkan kita lagi mereka akan memilih produsen lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

7. Mencari-Cari Kesalahan Karyawan

Mungkin dari kita akan protes, bukankah ini adalah hal yang bagus untuk dilakukan? Bukankah ini merupakan tugas dari seorang manajer? Memang benar, akan tetapi jika kita berasal dari generasi tua manajemen, dan jika kita ingin merusak efektivitas kita sendiri. Alasannya: “Kita sebagai manajer semestinya tahu bahwa harapan-harapan kita baru akan tercapai dalam jangka waktu panjang”. Jika kita menyuntikan energi tinggi dalam organisasi, semestinya kita akan memusatkan energi kita untuk memergoki karyawan melakukan hal yang benar. Maka kita melalukan manajemen dengan penghargaan, bukan dengan perkecualian.

6. Menghabiskan Banyak Waktu Dengan si Biang Kerok

Coba kita perhatikan agenda kita selama beberapa hari ini. Jika kita menghabiskan waktu dengan si baing kerok perusahaan lebih dari 5% waktu kita, maka kita telah menyia-nyiakan waktu di sana. Kita mendapatkan apa yang kita perhatikan. Jika kita hanya memperhatikan si biang kerok, kita akan mendapatkan biang kerok pula. Jia kita menghendaki kinerja perusahaan yang tinggi dan positif, kita harus menghabiskan sebagain besar waktu kita dengan orang-orang yang mampu memwujudkan hal tersebut

5. Tidak Banyak Melakukan Pelatihan dan Pengembangan SDM

Riset mengatakan bahwa perusahaan yang berkinerja tinggi justru mengalokasikan investasi mereka sebanyak 3,5 – 5% untuk pengembangan SDM, melalui pedidikan dan pelatihan. Sebenarnya tidak ada hal yang ajaib dalam hal ini jika kita ingin perusahaan kita berjalan lebih baik, kita harus memiliki karyawan yang lebih baik pula.

4. Memupuk-Mupuk Kekuasaan

Jika kita ingin meningkatkan kekuasaan kita, kita justru harus menguasai seni membagi-mbaginya jika kita tidak berkenan membagikan kekuasaan, kita tidak memberi kesempatan orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Suatu artikel di Wall Street Journal pada tahun 1997, menunjukan bahwa 30% karyawan merasa bahwa minat mereka diabaikan oleh manajer yang berkuasa mengambil keputusan yang mempengaruhi mereka. Angka ini melonjak dibandingkan dengan penelitian setahun sebelumnya, yang hanya sebesar 25%. Ingatlah selalu untuk menkan pengambilan keputusan hingga ke level yang paling bawah

3. Downsizing

Kebanyakan manajer menyukai downzising, alias penciutan organisasi. Mengapa, karena tampaknya cara inilah yang paling cepat untuk menaikan laba perusahaan. Dengan demikian, manajer akan mendapatkan bonus lebih besar. Riset menunjukan bahwa dalam jangka panjang, perusahaan yang melakukan downzising justru lebih tidak profitable. Organisasi kita akan meraih competitive adventage melalui orang, bukan dengan mengusir mereka dari organisasi.

2. Membuat Kerja Tampak Berat

Apakah kita suka bersenang-senang? Tentu saja semua orang suka bersenang-senang. Jadi mengapa banyak manajer yang menjadikan pekerjaan sedemikian berat dan menyakitkan untuk dikerjakan? Kita akan mencapai kinerja yang luar biasa melalui orang-orang yang biasa saja hanya dengan menjadikan pekerjaan tampak menyenangkan.

1. Memberi Reward Yang Sama Kepada Setiap Orang

Kebodohan nomor satu yang dilakukan manajer adalah memberi reward yang sama kepada setiap orang. Hal ini melanggar prinsip terutama dari manajemen: “Reward harus sesuai dengan kinerja”. Jika kita melakukan prinsip ini, kita memiliki peluang untuk membentuk organisasi sebagaimana yang kita inginkan.

Maka, lihatlah lagi bagaimana reward system kita, lalu pastikan bahwa anggota team yang paling postitif, energik, dan berkinerja tinggilah yang mendapat reward dan penghargaan yang paling baik dan paling tulus, dibandingkan dengan si biang kerok perusahaan.

(Sumber: Wolf J Rinke, PhD, CSP dalam Top 10 Stupidest Mistakes Managers Make and How to Avoid Them)

Entry filed under: Humanity. Tags: , , , , , .

Sistem Informasi Manajemen: “Metodologi Siklus Hidup Sistem” Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 947,366 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: