Kisah Seorang Pendengki

2 Juli, 2010 at 3:04 pm 4 komentar

Ada seorang lelaki yang setiap hari mengunjungi raja. Setelah bertemu raja, ia selalu berkata, “Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya.”

Ada seseorang yang dengki melihat keakraban lelaki itu dengan raja. “Lelaki itu memiliki kedudukan yang dekat dengan raja, setiap hari ia bertemu raja,” pikir si pendengki dengan perasaan kurang senang. Si pendengki kemudian menemui raja dan berkata, “Lelaki yang setiap hari menemuimu, jika keluar dari sini selalu berbicara buruk tentang kamu. Ia juga berkata bahwa bau mulutmu busuk.” Raja terdiam.

Sekeluarnya dari kerajaan, pendengki duduk di tepi jalan yang biasa dilalui oleh lelaki yang akrab dengan raja. Ketika si lelaki itu lewat dalam perjalanannya menemui raja. Ia menghadangnya, “Kemarilah, singgahlah ke rumahku.”

Setelah temannya singgah ke rumahnya, si pendengki menawarkan bawang merah dan putih, dan memaksanya agar ia memakannya. Karena dipaksa, ia akhirnya mau juga memakannya untuk melegakan hati orang itu. Bau bawang merah dan putih itu tentu tidak mudah hilang.

Selesai berkunjung ke tempat si pendengki, lelaki itu sebagaimana biasa mengunjungi raja. Sewaktu berjabatan tangan dengan raja, ia menutup mulutnya agar raja tidak mencium bau mulutnya.

“Rupanya benar perkataan orang itu, ia benar-benar menganggap mulutku bau,” pikir raja. Sang raja kemudian memikirkan suatu rencana jahat.

Lelaki itu kemudian duduk dan berkata sebagaimana biasa, “Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya.”

Setelah merasa waktu berkunjungnya sudah cukup, ia kemudian pamit kepada raja. Raja berkata, “Bawalah surat ini dan serahkanlah kepada fulan.” Surat itu berisi, “Jika sampai kepadamu pembawa surat ini, maka sembelih dan kulitilah dia, kemudian isilah tubuhnya dengan jerami.”

Lelaki tadi keluar membawa surat raja. Di tengah jalan ia dihadang oleh si pendengki.

“Apa yang kamu bawa?” tanyanya.

“Surat raja untuk fulan. Surat ini beliau tulis dengan tangannya sendiri. Biasanya beliau tidak pernah menulis surat sendiri, kecuali dalam urusan pembagian hadiah.”.

“Berikanlah surat itu kepadaku, aku ini sedang butuh uang,” pintanya. Ia kemudian menceritakan kesulitan hidupnya. Karena kasihan, surat itu kemudian ia serahkan kepada si pendengki.

Si Pendengki menerimanya dengan senang hati. Setelah sampai di tempat tujuan, ia menyerahkan surat itu kepada teman raja.

“Masuklah ke sini, raja menyuruhku membunuhmu,” kata teman raja.

“Yang dimaksud bukan aku, coba tunggulah sebentar biar kujelaskan,” katanya ketakutan.

“Perintah raja tak bisa ditunda,” kata teman raja.

Ia lalu membunuh, menguliti dan mengisi tubuh si pendengki dengan jerami.

Keesokan harinya, lelaki itu datang sebagaimana biasa dan berkata, “Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya.” Raja heran melihatnya masih hidup. Setelah diselidiki, terbongkarlah keburukan si pendengki.

“Tidak ada sesuatu yang terjadi antara aku dengannya, hanya saja kemarin ia mengundangku kerumahnya dan memaksaku makan bawang merah dan putih. Waktu aku menemuimu kututup mulutku agar kamu tidak mencium bau tidak sedap dari mulutku. Sekeluarnya dari sini, ia menemuiku dan menanyakan titipanmu,” lelaki itu kemudian menceritakan semua yang terjadi.

Mendengar jalannya cerita, tahulah raja bahwa orang itu ternyata dengki kepada sahabatnya. “Benar ucapanmu, orang yang berbuat baik akan mendapat balasan, dan orang yang berbuat buruk, cukup keburukan itu sebagai balasannya.” 

Kedengkian di hati akan  membunuh dirinya sendiri. Dengki itu merusak amal, dengki memakan kebaikan seperti api memusnahkan kayu bakar. Kedengkian seseorang hanya akan berakibat buruk bagi orang itu sendiri. 

(Sumber: Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul)

Entry filed under: Al-Islam. Tags: , , , , .

Makanan Terbaik Bagi Penderita Alergi Guru Terbaik Kita

4 Komentar Add your own

  • 1. Indahnya Kebersamaan  |  3 Juli, 2010 pukul 12:13 am

    Keren sob, harus jadi orang yang iklas nggak boleh dendam hehehe

    Balas
  • 2. Online49  |  3 Juli, 2010 pukul 12:15 am

    New visitor come here

    Balas
  • 3. Anonim  |  18 Juli, 2010 pukul 6:56 am

    Oke

    Balas
  • 4. Shelin marsha linda  |  21 Oktober, 2013 pukul 3:03 pm

    Bagus banget kisah nya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 948,256 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: