Hikmah: “Jadilah Seperti Lebah”

18 Februari, 2010 at 2:30 pm 4 komentar

Kawan, tidakah kita perhatikan tingkahlaku alam sekitar kita. Semua yang diciptakan oleh-Nya memiliki arti bagi kita. Semuanya mengandung hikmah yang patut kita camkan dan kita renungkan bersama. Kawan, pernahkan kita perhatikan sosok se-ekor lebah? Lebah banyak mengajarkan pada diri kita bagaimanakah hendaknya hidup itu. Dari lebah kita akan banyak belajar bagaimana kita dapat menyelami arti kehidupan kita di dunia ini. Lebah, merupakan sosok yang banyak memiliki keistimewaan. Pertama, dalam  hal makanan, lebah hanya memakan hal yang baik-baik saja, lebah hanya memakan intisari dari makanan yang terbaik. Hal tersebut menajarkan pada diri kita hendaknya kita hanya memakan dari hal yang baik-baik. Kawan, sudahkah kita memakan makanan yang baik dan bermanfaat bagi diri kita? Kekayaan yang dihasilkan dari praktik-praktik yang tidak benar seperti korupsi, suap, menipu, membodohi orang lain, memakan yang bukan hankya merupakan contoh kecil dari usaha menghasilkan makanan yang tidak baik. Baik tidaknya kehidupan kita tergantung dari apa yang kita makan. Jika kita memakan makanan yang tidak baik maka kualitas hidup kita pun tidak akan pernah baik, baik secara fisik maupun ruhaniahnya.

Sifat kedua yang dimiliki lebah adalah selain ia memakan makanan yang baik, lebah hanya mengeluarkan hal yang baik pula (madu). Selain itu, apa yang dikeluarkan oleh lebah sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Demikian pula hendaknya diri kita yang menganggap diri sebagai makhluk paling sempurna. Kawan, keberadaan kita hendaknya banyak memberikan manfaat bagi orang di lingkungan sekitar. Apa yang kita lakukan hendaknya tidak pernah menyakiti dan merugikan orang lain. Semua tindakan yang kita perbuah hendaknya menjadikan orang lain merasa nyaman dengan kita.

Ketiga, sifat yang dimiliki lebah adalah dimanapun  lebah hinggap, tidak pernah ada satu rantingpun yang patah. Sebagai manusia, dimanapun kita berada hendaknya tidak pernah membuat kerusakan. Kawan, pantang bagi diri kita untuk menjadi sumber kekisruhan, sumber kehancuran, biang gosip, biang onar dan segala perbuatan yang tidak baik. Jati diri manusia diciptakan untuk memberi kemaslahatan terhadap secama. Lebah merupakan contoh yang nyata bagi kita untuk kita ikuti.

Sifat terakir yang dimiliki lebah adalah lebah tidak pernah mengganggu makhluk lain, akan tetapi sekli kehidupan mereka kita usik mereka akan mempertahankan diri sampai titik darah penghabisan. Hal ini mengajarkan pada kita bahwa “musuh tidak usah kita cari, akan tetapi sekali kita menemukan musuh pantang bagi kita untuk melarikan diri”. Kawan, dalam kehidupan kita tidak akan pernah terlepas dari masalah, baik kecil maupun besar. Setiap kita menemukan masalah, selesaikan masalah tersebut sampai tuntas. Pun demikian halnya dalam kehidupan bersosialisasi dengan masyarakat, pantang bagi kita mencari musuh, akan tetapi sekali harga diri kita diinjak-injak oleh orang lain maka pantang surut satu langkah pun ke belakang.

Lebah, makhluk yang sering kita abikan keberadaannya banyak memberikan pelajaran bagi diri kita, demikian halnya dengan semua yang diciptakan oleh-Nya. Tidak pernah ada kesia-siaan dalam penciptaan makhluk di dunia ini. Keberadaan mereka memberikan berbagai pelajaran bagi diri kita yang mau berfikir.

Entry filed under: Motivasi. Tags: , , , .

Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala Kesemutan: “Indikasi Penyakit Serius”

4 Komentar Add your own

  • 1. bidansmart  |  18 Februari, 2010 pukul 2:43 pm

    Lebah memang makhluk istimewa…namanya pun diabadikan di dalam alqur’an di surat An-Nahl yang berarti lebah ayat ke 68-69…

    pada ayat ke-68 yang artinya, ”Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”

    pada ayat ke-69 yang artinya ” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

    Balas
  • 2. Aditx  |  18 Februari, 2010 pukul 7:00 pm

    subhanaullah maha suci segala yang diciptakan oleh allah semua mempunyai manfaat . . .

    Balas
  • 3. ♥ria♥  |  19 Februari, 2010 pukul 9:14 am

    aku setuju smaa jangan lah kita menjadi sumber kericuhan

    Balas
  • 4. deye  |  22 Februari, 2010 pukul 6:05 pm

    belajar dr lebah.. mantap..^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 947,366 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: