Refleksi Diri: “Sebuah Renungan Arti Kehidupan”

9 Februari, 2010 at 2:48 pm 6 komentar

Kawan, sadarkah kita bahwa hidup kita di dunia ini tidaklah lama. Sadarkah kita bahwa apa yang kita kejar selama ini tidak akan pernah menemani kita di liang lahat. Sadarkah kita bahwa semua kesenangan kita di dunia tidak akan selamanya kita nikmati. Sadarkah bahwa dari hari kehari diri kita semakin menua dan semakin renta…..? Sadarkah kita bahwa kita selalu dikejutkan oleh kejadian-kejadian yang menimpa diri kita……., teman kita yang dulu masih bersama-sama bermain-manin dengan kita, sekarang ia suadah bermain-main dengan anak-anak mereka……kita sering kali terlena oleh kehidupan dunia ini, kita seringkali melupakan jati diri kita, kita seingkali lupa bahwa kita tidak selamanya kekal di dunia ini.

Kawan, mengapa kita seingkali terlena dengan aktivitas kita dalam mengejar harta, jabatan, kedudukan dan mengabaikan nurani kita sebagai seorang manusia? Kita seringkali menginjak-injak orang lain, kita seingkali menghina orang yang tidak seberuntung kita….. Tidak sadarkah kita bahwa ada kemungkinan orang yang kita injak-injak, orang yang seringkali kita hina, mereka itu lebih mulia dibandingkan dengan kita….Tidak sadarkah kita bahwa diri kita mungkin berlumuran dengan dosa? Mengapa kita seringkali lebih fokus dalam mencari-cari kesalahan orang lain? Mengapa kita seringkali menggunjing orang lain? Mengapa kita lebih sering mencaci orang lain? Mengapa kita seringkali membuka aib orang lian di hadapan teman-teman kita? Tidak sadarkah bahwa mereka itu sejatinya adalah saudara-saudara kita juga……… Tidak sadarkah bahwa kita sejatinya makhluk yang beragama…. Tidak sadarkah kita bahwa dirikita seringkali berkhotbah tentang moral dihadapan banyak orang……..Kemanakah naluri kita sebagai seorang manusia? Pernahkah kita membayangkan jikalau itu semua menimpa kita, saudara kita atau kerabat kita….. Pernahkah kita mencoba berfikir bijak, bahwa semua itu meruakan hikmah yang perlu kita pelajarai untuk makin menjadikan diri kita sebagai seorang insan sejati.

Kawan, mengapa kita seringkali menjilat orang lain untuk kepentingan diri kita? Mengapa kita seringkali menyalahkan orang lain utuk menyelamatkan kepentingan kita? Mengapa kita seringkali mencari-cari kelemahan orang lain untuk menjatuhkan mereka? Tidak sadarkah bahwa diri kita mungkin lebih banyak kekurangannya dibanding denga orang yang tiap hari kita cari-cari kesalahannya. Tidak sadarkah bahwa menjilat itu merupakan perbuatan yang nista. Tidak sadarkah diri kita bahwa perbuatan itu sejatinya tidak ada bedanya dengan menjilat kotoran kita sendiri…..Sadarlah bahwa hitup itu hanya sementara….

Kawan, mengapalah kita berpamer ria untuk memamerkan kekayaan kita? Mengapalah kita saling bersaing dengan tidak sehat hanya untuk mengejar kebahagaan semu? Mengapalah kita seringkali cemburu apabila orang lain mendapat kesenangan? Mengapalah kita sering kali berpanas hati jika kebahagiaan hinggap di tetangga kita? Mengapalah kita seringkali bersorak-sorak jika orang lain mendapat malapetaka? Mengapalah kita tidak pernah bersyukur dengan karunia yang telah diberikan oleh NYA kepada kita? Tidak sadarkah bahwa itu semua adalah perbuatan yang sia-sia……..apakah kita tidak sadar bahawa hal itu akan berakibat buruk bagi diri kita… Tidakah kita sadar bahwa mereka itu juga sudara-saudara kita. Tidakah kita sadar bahwa mereka itu sejatinya adalah diri kita sendiri…..Dimanahak nurani kita simpan sejatinya……..Kemanakah kita gadikan rasa kemanusiaan kita sebagai umat yang bersahaja…..

Kawan, tidakah lebih baik jika hari-hari kita…….kita isi dengan perbuatan yang baik. Tidakah lebih mulia jika hidup kita bermanfaat bagi orang lain. Tidakah lebih bahagia jika keberadaan kita dapat memancarkan kebahagiaan bagi orang lain. Kawan, hidup di dunia ini hanya sejenak……..di depan sana masih banyak hal yang mesti kita perbuat untuk bekal kita nantinya……..Kerendahan hati menuntun pada kekuatan bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perbuatan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri……Jadikan diri kita bermanfaat bagi diri, dan orang lain……

Entry filed under: Refleksi Diri. Tags: , , , , .

Hati-Hati Terhadap Bahan Makanan Berformalin Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala

6 Komentar Add your own

  • 1. Lia Lovaa  |  9 Februari, 2010 pukul 3:42 pm

    Artikel sahabat jadi mengingatkan saya tentang arti hakikat hidup yang sebenarnya didunia ini..nice posting sobat..

    Balas
  • 2. aryo halim  |  10 Februari, 2010 pukul 8:42 am

    betul sekali, sangat perlu untuk perenungan ya, soalnya kita kan sebagai manusia pasti harus banyak berbenah

    Balas
  • 3. wong cerbon  |  10 Februari, 2010 pukul 11:59 pm

    Mungkin ini yang dinamakan arti hidup dan kehidupan ya bro, selama ini yang kita kejar hanyalah keduniawian, sehingga akhirat sering kita lupakan…mudah2an kita menjadi orang yang selalu diberi petunjukNya amiin

    Balas
  • 4. sabirinnet  |  14 Februari, 2010 pukul 2:17 pm

    memang benar mas, hari2 harus kita syukuri…dan jangan selalu mengeluh dengan keadaan yg kurang baik..

    Balas
  • 5. rumah blogger  |  14 Februari, 2010 pukul 2:17 pm

    sebagai hamba Allah kita memang harus selalu bersyukur..nice share sob..

    Balas
  • 6. mathsony  |  24 Mei, 2012 pukul 7:09 am

    wah….suatu renungan yang sangat menyentuh, bermakna yang sangat dalam sekali…sudah saatnya menjadikan hidup kita lebih berharga, saling menghargai, saling membantu, saling memberi, saling mendukung…dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan bagi orang banyak.
    Thanks atas share ilmu yg sangat bermanfaat….ijin publish….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 948,256 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: