Autis: Gangguan Perkembangan Persesive

6 September, 2009 at 5:15 pm 3 komentar

autismOrang tua akan cenderung merasa lebih khawatir apabila ia mengetahui bahwa anaknya menderita gejala autisme yang merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Perpasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Pada anak yang menderita autisme anak cenderung tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal dengan lingkungan sekitar. Akibatnya anak tersebut akan terisolasi dari manusia lain dan masuk ke dalam dunia repetitive dan minat yang obsesif. Mengelola anak dengan kecenderungan autisme memang membutuhkan kesabaran dan ketekunan dari orang tua.

Anak-anak penderita autisme kecenderungan memperlihatkan setidaknya setengah dari tanda-tanda berikut.

  1. Anak akan sulit bersosialisasi dengan anak-anak lainnya
  2. Tertawa atau tergelak tidak pada tempatnya
  3. Tidak pernah atau jarang sekali kontak mata dengna lawan bicaranya
  4. Anak tidak peka terhadap rasa sakit
  5. Lebih suka menyendiri, sifatnya akan menjauhkan diri dari lingkungan sekitar
  6. Suka sekali pada benda-benda yang berputar atau memutarkan benda
  7. Anak memiliki ketertarikan pada suatu benda secara belebihan
  8. Hiperaktif atau melakukan kegiatan fisik secara berlebihan atau tidak melakukan tindakan apapun (anak cenderung sangat pendiam)
  9. Kesulitan dalam mengatakan kebutuhannya, lebih suka menggunakan isyarat atau menunjuk dengan tangan daripada dengan menggunakan kata-kata
  10. Menuntut hal yang sama, dan akan menentang perubahan atas hal-hal yang rutin
  11. Tidak memiliki kepedulian atas bahaya yang mengancam dirinya
  12. Menekuni permainan dengan cara yang aneh dalam waktu lama
  13. Sering mengulangi kata atau kalimat (tidak berbahasa seperti orang kebayakan)
  14. Tidak suka dipeluk (disayang) dan tidak suka menyayangi orang lain
  15. Tidak tanggap terhadap isyarat kata-kata, dan besikap seperti orang tuli
  16. Tidak memiliki minat terhadap metode pangajaran yang biasa
  17. Suka mengamuk atau memperlihatkan kesedihan tanpa alasan yang jelas
  18. Kecakapan motorik halus/kasar yang tidak seimbang (seperti anak tidak dapat menumpuk balok-balok, tapi anak dapat menendang bola.

Hal di atas buka diagnosa yang menjadi tolak ukur apakah anak menderita autis atau tidak, namun hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk lebih mewaspadai perilaku anak yang tidak sewajarnya. Penanganan dini oleh ahli yang profesional akan memberikan kemungkinan lebih besar pada anak untuk dapat bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Terlepas dari berbagai karakteristik di atas, terdapat arahan dan pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat. The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut:

  1. Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
  2. Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan
  3. Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  4. Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
  5. Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu.

Adanya kelima “lampu merah” di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi: Neurolog, Psikolog, Pediatric, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autisme.

Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:

  1. Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.
  2. Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.
  3. Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).
  4. Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.
  5. Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.

Gejala autisme dapat sangat ringan (mild), sedang (moderate) hingga parah (severe), sehingga masyarakat mungkin tidak menyadari seluruh keberadaannya. Parah atau ringannya gangguan autisme sering kemudian diparalelkan dengan keberfungsian. Dikatakan oleh para ahli bahwa anak-anak dengan autisme dengan tingkat intelegensi dan kognitif yang rendah, tidak berbicara (nonverbal), memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, serta menunjukkan sangat terbatasnya minat dan rutinitas yang dilakukan maka mereka diklasifikasikan sebagai low functioning autism. Sementara mereka yang menunjukkan fungsi kognitif dan intelegensi yang tinggi, mampu menggunakan bahasa dan bicaranya secara efektif serta menunjukkan kemampuan mengikuti rutinitas yang umum diklasifikasikan sebagai high functioning autism. Dua dikotomi dari karakteristik gangguan sesungguhnya akan sangat berpengaruh pada implikasi pendidikan maupun model-model treatment yang diberikan pada para penyandang autisme.

(Dari berbagai sumber)

Entry filed under: Kesehatan. Tags: , , , , , , , , .

Hangatkanlah Selalu Cinta Kita Uban: Penyebab dan Cara Mengatasinya

3 Komentar Add your own

  • 1. Miawruu  |  9 September, 2009 pukul 5:28 pm

    gimana bedain orang autis ma orang pendiam ya??? ada temen, pendiem banget orangnya dan jarang bersosialisasi… apakah itu autis juga?

    Balas
    • 2. why_snu  |  10 September, 2009 pukul 8:37 am

      org pendiam belum tentu atutis sob, tapi orang autis kebanyakan memiliki sifat pendiam……untuk menditeksi sesorang autis atau tidak, tidak bisa hanya dilakukan dengan mengunakan satu indikator semata, kalau setengah dari indikator di atas ada pada teman sobat berti kecenderungan teman sobat tersebut terkena autis semakin besar, tapi klau cuma pendiam saja ada kemungkinan emang teman sobat tersebut mengalami gangguan dalam melakukan sosialisasi dengan lingkungannya……..salam……

      Balas
  • 3. dewa  |  21 September, 2009 pukul 7:50 pm

    Gimana caranya anak autis 6,7 thn sampai skg tdk mau bicara, tapi kalau disuruh mau dan bisa, padahal sudahdiet susu n terigu, terapi dari umur 2 th sampai sekarng dan tdk bisa tenang
    mohon bantuannya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 947,371 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: