“Benarkah Kita Sudah Merdeka?”: Refleksi HUT RI Ke-64

17 Agustus, 2009 at 4:08 pm 8 komentar

HUT RI 64Merdeka-merdeka………gegap gempita setiap orang merayakan proklamasi RI yang ke 64. Disemua tempat, disemua daerah tak terkecuali ikut memeriahkan hari jadi negeri ini yang ke 64. Berbagai kegiatan ikut memeriahkan pesta bangsa yang berlangsung satu tahun sekali, mulai dari karnaval, panjat pinang yang sudah kesohor itu, lomba makan kerupuk dan kegiatan lain yang tidak kalah meriahnya.

Kawan, pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, benarkah bangasa ini atau kita telah merdeka? Benarkah kita sudah benar-benar terbebas dari belenggu penjajahan? Benarkah kita telah menjadi orang yang bebas dan menjadi manusia merdeka? Kawan, cobalah luangkan waktu kita barang sejenak untuk menjawab pertanyaan-pertanyan yang menggelitik hati kita tersebut.

Kawan, kemerdekaan bukanlah sesuatu yang instan kita dapatkan, baik itu kemerdekaan diri maupun kemerdekaan bangsa ini. Lihatlah seberapa besar penghargaan yang telah diberikan oleh kita terhadap para pejuang yang telah syahid dalam menegakan kemerdekaan ini. Mereka yang dengan tanpa pamrih berjuang untuk mempertahaknak kehormatan bangsa, namun apa yang mereka dapatkan sekarang? Pada saat kita berpesta pora dengan segala macam kegiatan untuk memeriahkan kemerdekaan ini, tak taukah kita bahwa di sana, dipelosok sana, di perkampungan kumuh, ada veteran pejuang yang merintih-rintih kelaparan? Bayak yang kedinginan karena mereka menempati rumah yang tidak layak untuk orang yang melepaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan, bayak dari mereka yang saat ini hidup dalam penderitaan………….Dimanakah nurani kita sebagai bangsa yang katanya beradab. Dimanakah rasa terimakasih kita pada mereka? Dimanakah balas budi kita pada mereka……kita hanya terjebak pada eforia kebahagiaan, tanpa mempedulika mereka sama sekali……

Kawan coba kita renungkan sejenak, di sana saudara-saudara kita masih banyak yang belum merasakan sebagai manusia yang merdeka. Jikalau dahulu kita dijajah oleh bangsa lain dengan di jatuhi berton-ton bom, kita diintimidasi sedemikian rupa oleh bangsa yang tidak mengenal belas kasihan……, saat ini kita masih merasakan hal itu semua. Kita masih dijajah oleh para pejabat yang korup bagaikan lintah yang menyedot darah bangsa sendiri sampai ke urat nadi terkecil, kita masih diintimidasi oleh bangsa sendiri, ketakutan, kecemasan, masih menghantui kita, pun demikian dengan kita sendiri.

Kawan coba tengok sebentar, seberapa merdekakah saudara-saudara kita yang siang malam tenaga mereka diperas oleh para pengusaha yang tidak beradap. Saudara-saudara kita hanya diberi upah yang mungkin tidak cukup untuk hidup satu bulan………sudahkah kita merdeka? Lihatlak kawan, dikanan kiri kita masih kita temukan saudara-saudara kita yang belum merasakan manisnya kemerdekaan ini. Kemerdekaan ini hanyalah milik segelintir orang yang memanfaatkan momentum kemerdekaan yang telah susah payah diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan kita untuk kepentingan individu semata.

Kawan renungkanlah barang sejenak, diri kita masih terintimidasi bukan hanya oleh bangsa lain, naumun kita juga kita masih dijajah oleh bangasa kita sendiri. Pada negara yang sudah merdeka ini pendidikan sulit dinikmati karena mahalnya biaya pendidikan, kesehatan hanyalah milik kamum borjuis yang bergelimah harta, kehidupan yang layak hanyalah dinikmati oleh segelintir orang…….apakah bedanya dengan jaman menjajahan dulu? Jikalau dahulu kita ketakutan bukan saja oleh beringasnya wajah-wajah penjajah, namun kita juga ditakut-takuti oleh desingan peluru dan bom…….Sekarang nasib kita tidak jauh berbeda dengan nasib bangsa ini 64 tahun silam.

Disaat bangsa lain sudah memikirkan bagaimana mereka mensejahterakan rakyatnya, bangsa ini masih berkutat pada persoalan-persoalan interen yang tidak kunjung selesai. Bangsa ini masaih asyik berkelahi dengan sesama saudaranya hanya untuk memperebutkan kekuasaan dan kekayaan untuk kepentingan pribadinya, atau kelompok tertentu.

Pun demikian halnya dengan jiwa-jiwa kita, diri kita masih merupakan jiwa-jiwa yang terjajah. Jiwa kita belum bisa terbang sebebas merpati. Kita masih terintimidasi dengan rasa tidak percaya diri, kita masih ketakutan akan kelaparan, kita masih bingung memikirkan diri kita karena sempitnya lapangan kerja, kita masih merasakan negeri ini sebagai negeri yang tidak aman……dan banyak lagi ketakutan-ketakutan yang lain, baik di kantor, maupun dilingkungan sekitar kita. Seringkali kita masih lebih takut pada manusia dari pada takut sama kekuasaanNYA. Disaat kita dipanggil-panggil untuk menunaikan kewajiban kita pada sang maha pencipta, kita masih asyik berkutat dengan pekerjaan. Disaat kita sudah diteriaki untuk menunaikan hakNYA kita bersikap seolah-olah tidak mendengar, akan tetapi dengan sekali panggilan oleh BOS kita, kita akan lari terbirit-birit untuk menemui panggilan tersebut. Apakah itu cerminan orang yang sudah merdeka……yang masih begitu ketakutan dengan sesama saudara sendiri?

Kawan, apakah anak cucu kita nantinya hanya akan mendapatkan cerita “Nak dahulu kala ada sebuah negeri yang makmur, besar, yang gemah ripah loh jinawi, yang tanah nya sangat subur, dengan kekayaan alamnya memlimpah, negeri tiu terletak diantara dua samudra dan dua benua yaitu benua Australia dan Asia, namun sayang nak, sekarang bangsa tersebut telah terkubur oleh perjalanan zaman”………

Kawan marilah kita syukuri kemerdekaan yang telah diberikan olehNYA untuk mencapai kemerdekaan diri, bangsa dan negara ini. Jangan sampai kita tenggelam pada eforia kesenangan yang berujung pada tindakan hura-hura yang akan menghancurkan diri kita dan bangsa ini. Tanyakan pada pribadi kita masing-masing….Benarkah kita sudah merdeka? Pada akhirnya kita akan bertanya “Masihadakah bangsa Indonesia duapuluh tahun kedepan?”

Entry filed under: Refleksi Diri. Tags: , , , , , , .

Award Dari Sahabat Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1430 H

8 Komentar Add your own

  • 1. reni  |  17 Agustus, 2009 pukul 8:17 pm

    Semoga 20 tahun kedepan Bangsa yang kita cintai ini masih ada… dan kemerdekaannya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali… ^_^

    Balas
  • 2. kurniawana  |  18 Agustus, 2009 pukul 5:08 pm

    Hiduplah bangsa…jayalah Indonesia..MERDEKA!!

    Balas
  • 3. KangBoed  |  19 Agustus, 2009 pukul 7:38 am

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

    Balas
  • 4. KangBoed  |  19 Agustus, 2009 pukul 7:38 am

    hanya jiwa jiwa yang merdeka bisa teriak erdekaaaaaaaaaaaaaaaa!

    Balas
  • 5. KangBoed  |  19 Agustus, 2009 pukul 7:39 am

    KELIMaaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxzzzzzzzz

    Balas
  • 6. ekosulistio  |  20 Agustus, 2009 pukul 3:18 pm

    secara simbolis kita sudah merdeka.., sekarang tinggal melanjutkan saja…..

    Balas
  • 7. Oelil  |  29 Agustus, 2009 pukul 3:47 am

    Sebenarnya belum bisa dikatakan merdeka…bahkan kemerdekaan yg paling dasar sebagai warga negara yaitu tempat tinggal, masih belum dirasakan oleh banyak saudara2 kita…..

    Balas
  • 8. ikhsan  |  31 Agustus, 2009 pukul 5:22 pm

    Merdeka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 948,256 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: