Sindrom Patah Hati

8 April, 2009 at 6:10 am Tinggalkan komentar

patah-hatiPada awal tahun 1990-an sorang peneliti Jepang telah menditeksi sebuah penyakit baru yang diberi nama medis “Takotsubo Cardiomyopathy” alias “Sindrom Patah Hati”. Jadi lagu labih baik sakit gigi dari pada sakit hati mungkin ada benarnya juga. Siapa kira, patah hati dapat menjadi sangat membahayakan. Dalam sebuah penelitian, terungkap bahwa sindrom patah hati dapat mempengaruhi para pasien secara fisik maupun emosional.

Selama ini patah hati memang terkesan hanya sebatas ungkapan “roman picisan” bagi para pe-cinta yang gagal dalam membina percintaannya. Tapi jangan salah duga, patah hati tidak bisa begitu saja diremehkan, pasalnya penyakit ini dapat menyebabkan perbagai penyakit turunan seperti stress, kepikunan otak, hingga gangguan metabolisme tubuh.

Gejala sindrom patah hati mirip dengan serangan jangtung seperti sakit di dada, dan nafas tersengal. Sindrom patah hati tampaknya hanya sementara dan dapat segera di obati dengan cepat. Sindrom ini mengalami masa kirisis dalam 48 jam pertama. Menurut para ahli, sindrom patah hati muncul karena rasa stres yang berat sehingga terjadi perubahan hormon yang drastis pada tubuhnya. Hal tersebut menyebabkan muncul berbagai gangguan kesehatan.

Untunglah belum lama ini para peneliti di AS sono telah menemukan bahwa sangat mungkin patah hati dapat disembuhkan. Para ilmuwan menemukan bahwa 70% pasien yang menderita sindrom patah hati yakni yang terkait dengan stres dan persitiwa emosional seluruhnya dapat sembuh walaupun 20% lainnya dianggap sakit parah.

Dalam Journal Kardiologi AS, para peneltiti menyebutkan bahwa penyakit karena patah hati dimungkinkan karena adanya peningkatan hormon stres. Secara keseluruhan pasien yang ditangani tersebut sembuh setelah diberikan obat aspirin atau obat penyakit jantung di rumah sakit. Meskipun seperlima pasien sakit parah dan memerlukan perawatan darurat agar bisa diselamatkan, seluruh pasien dapat tetap hidup dalam 48 jam pertama dan kemudian sembuh total.

Dalam penelitian lain dikatakan bahwa sindrom patah hati tidak ada hubungannya dengan arteri jantung dan hanya merupakan masalah dengan otot jantung. Teori yang belakangan muncul ini mungkin lebih benar “meskipun ini bukan merupakan sebuah pembuktian”.

Apakah anda termasuk kelompok yang pernah mengalami sindrom patah hati tersebut?

(Dari berbagai sumber)

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Merokok Berarti Jantan? Vertigo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 947,371 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: