Penghambat Kreativitas Anak

5 April, 2009 at 6:29 am 1 komentar

krativitas-anakSecara umum, orang tua dan pendidik harus menumbuhkembangkan kreatifitas anak. Ibarat kendi, pendidikan yang tepat buat anak dengan kemampuan intelektual rata-rata akan memenuhi kendi yang sedang, akan tetapi bila dituang ke dalam kendi yang besar tentu tidaklah cukup. Masih ada ruang yang kosung untuk diisi. Dengan demikian pendidikan setiap anak memerlukan porsi yang tepat agar kemampuan intelektual dan bakat anak bisa berkembang dengan optimal.

Beberapahal yang dapat menghambat tumbuh kembang kreatifitas anak adalah:

  1. Tidak adanya dorongan bereksplorasi. Orang tua tidak pernah merangsang anak dengan pertanyaan dan kurang membangkitkan rasa ingin tahu anak akan dapat menghambat kreativitas. Termasuk bila sering menjawab prtanyaan anak dengan jawaban-jawaban yang irasional, seperti “Sudah dari sononya ko…”.
  2. Jadwal yang terlalu ketat. Bila penadwalan kegiatan bagi anak terlalu padat, anak akan kehilangan salah satu unsur dalam pengembangan kreativitas.
  3. Terlalu menekankan “kebersamaan keluarga”. Anak butuh waktu untuk sendiri, untuk mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu, biarkan anak menyendiri dalam waktu-waktu tertentu.
  4. Tidak boleh berkhayal. Berkhayal bagi anak bukan kegiatan percuma. Anak justru dapat mengembangkan kreativitas dengan melakukan imajinasi. Peran orang tua hanya mengarahkan anak saja, agar khayalan si anak lebih terarah.
  5. Orang tua konservatif. Orang tua yang konservatif biasanya tidak berani menyimpang dari pola sosial lama. Orang tua model ini biasanya cepat khawatir dengan proses aktivitas anak yang umumnya berada diluar gari kebiasaannya.
  6. Overportective. Pelindungan yang berlebihan bagi anak akan menghilangkan kesempatan mereka bereksplorasi dengan cara baru atau dengan cara yang berbeda.
  7. Disiplin otoriter. Disiplin otoriter mengarah pada tidak bolehnya anak menyimpang dari prilaku yang disetujui orangtua. Akibatnya anak tidak akan kreatif.
  8. Penyediaan alat bermain yang terlalu terstruktur. Alat permainan yang sangat terstruktur akan menghilangkan kesempatan anak dalam melakukan kegiatan bermain secara kreatif.

Bagaimana menurut Anda?

Entry filed under: Parenting. Tags: .

Pneumokokus-Penyebab Kematian Pada Balita Karakteristik Perokok

1 Komentar Add your own

  • 1. fariella  |  18 Januari, 2010 pukul 10:00 pm

    setuju, bener kok anak jadi nggak kreatif kalo orang tuanya model begini, terbukti.thanks ya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 947,366 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: