Disleksia

4 April, 2009 at 6:19 am 11 komentar

disleksiaPada saat ini kemampuan membaca dan menulis, merupakan acuan utama yang digunakan oleh orang tua untuk mengontrol kecerdasaan anak pada saat anak telah memasuki usia sekolah. Umumnya, anak akan diaggap bodoh jika belum dapat membaca dan menulis. Padahal siapa tahu anak tersebut menderita dislesksia (dyslexia).

Disleksia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktifitas membaca dan menulis. Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditunjukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar lainnya seperti keerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indra perasa. Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kmampuan membaca pada seseorang dikarenakan kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai “alexia”. Salain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditengarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengindapnya. Selain itu juga mempengaruhi pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutas terbalik tetapi juga dalam berbagai macam termasuk urutan dari atas ke bawah.

Para peneliti menemukan adanya disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.

Ciri-ciri yang dapat dilihat dari gejala disleksia adalah sebagai berikut.

  1. Lambat berbicara jika dibandingkan kebanyakan anak seusianya dan tidak dapat mengucapkan kata-kata secara benar.
  2. Lambat mengenali alfabet, angka, hari, minggu, bulan, warna, bentuk dan informasi dasar lainnya, serta sulit dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata.
  3. Sulit menyuarakan fonem dan memadukannya menjadi sebuah kata.
  4. Sulit mengeja secara benar, bahkan mungkin anak akan mengeja satu kata dengan bermacam ucapan.
  5. Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar. Anak bingung menghadapi huruf yang memiliki kemiripan bentuk
  6. Membaca satu kata dengan benar di suatu halaman, tetapi salah dihalaman berikutnya.
  7. Kesulitan memahami apa yang dibaca.
  8. Sering terbalik dalam menuliskan kata
  9. Rancu dengan kata-kata yang singkat, misalnya ke, dari, dan, jadi.
  10. Bingung menentukan tangan mana yang dipake untuk menulis
  11. Lupa mencantumkan huruf besar, serta lupa meletakan tanda-tanda baca lainnya
  12. Menulis huruf dan angka dengan hasil yang kurang baik/tulisannya jelek sekali
  13. Terdapat jarak pada huruf-huruf dalam rangkaian kata, tulisannya tidak stabil, kadang naik dan kadang turun
  14. Punya kebiasaan membaca terlalu cepat hingga salah mengucapkan kata atau bahkan terlalu lambat dan terputus-putus
  15. Rancu dalam memahami konsep kiri kanan, atas bawah, utara selatan, timur barat.
  16. Memegang alat tulis terlalu kuat/keras
  17. Sulit mengikuti lebih dari sebuah instruksi dalam waktu yang sama.

Disleksia dapat disebabkan oleh faktor keturunan/genetis, adanya masalah pendengaran sejak usia dini, dan dapat pula disebabkan oleh faktor kombinasi kedua hal tadi. Cara pengobatan yang dapat dilakukan terhadap penderita disleksia adalah:

  1. Educational approach dan phonic lessons.
  2. Metote multi sensory; dan
  3. Mengembangkan rasa percaya diri pada anak.

Apabila orang tua, atau guru mulai mencurigai bahwa anak menderita disleksia, hendaknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau klinik atau sekolah pengajaran khusus (special education). Penanganan dini pada penderita disleksia akan dapat membantu mereka untuk mengatasi masalah yang dihadapi sejak dini dan peluang untuk sembuh menjadi lebih besar. Albert Ensten, dan Tome Crus diduga mengindap penyakit disleksia ini.

(Dari berbagai sumber)

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Gusurlah Kemiskinan, Jangan Gusur Orang Miskin Insomnia

11 Komentar Add your own

  • 1. Vienty  |  9 September, 2009 pukul 4:37 pm

    anak saya mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, menghapal. umurnya sudah 7 thn skrg kelas 2 SD, yang mau saya tanyakan, apabila anak saya mengalami sakit disleksia ini, sekolah mana yang dapat menerimanya? atau terapi apa yang bisa mengurangi sakit tersebut?

    Balas
    • 2. why_snu  |  9 September, 2009 pukul 4:58 pm

      sebaiknya ibu konsultasikan terlebih dahulu dengan seorang pisikolog yg berkompeten untuk menentukan terapi atau cara pengajaran yg terbaik untuk putra ibu tersebut…..yg terpenting untuk ibu lakukan sekarang adalah kembangkan rasa percaya diri anak sehingga ia memiliki keprecayaan diri yg tinggi…….untuk sekolah sepertinya sudah banyak yg menyediakan program khusu untuk anak disleksia ini…..cuma sy sarankan pilihlah yg sesuai dg kondisi putra ibu sekrang ini…..sy doakan semoga putra ibu dapat menjadi anak yg berhasil seperti Albert Enstin ya………

      Balas
    • 3. Meiske Puluhulawa  |  26 Desember, 2009 pukul 10:46 am

      Ibu, anak yang mengalami kesulitan membaca, menulis dan menghapal… belum bisa langsung kita kategorikan sebagai anak disleksia… Anka disleksia itu adalah anak yang mengalami kesurakan pada bagian otak yang berhubungan dengan sesuatu yang abstrak…
      Jika saya menganalisis… Anak ibu hanya belum sampai ke tahap itu karena usianya masih termasuk dini untuk seorang anak kelas 2… Anak umur 7 tahun masih sangat sangat berpikir konkret… Sedangkan di kelas 2 pelajarannya sudah mengarah ke abstrak…

      Saran saya… ibu jangan terlalu memaksakan anak ibu untuk terampil dalam membaca dsb… Kita sebagai orang tua haruslah bersikap bijaksana dengan memahami anak…

      Yang diperlukan anak2 adalah pengakuan… dan ibu bisa membimbing anak secara intensif sendiri dan bisa minta tolong pada guru yang ada di sekolah….

      Banyak cara bu… Jangan terlalu cemas… Yakinlah bahwa anak ibu akan bisa membaca dan menulis…

      Oh ya bu… ada juga cara yang tepat yaitu dengan reinforcement dalam bentuk token bintang… Ibu bisa menghubungi saya jika ibu tertarik bagaimana penerapan TOKEN BINTANG….

      Maaf sudah berpanjang lebar…
      Bukannya menggurui tapi inilah pengalaman saya selama 4 tahun menjadi wali kelas 1 SD…

      Semoga bermanfaat…

      Wasssalam….

      Balas
  • 4. lia arifah  |  26 Juni, 2010 pukul 4:23 am

    anak saya 9 th,diperkirakan kena disleksia. tetapi hasil dr scan otak normal. sekarang bersekolah di sekolah anak berkebutuhan khusus. bagaimana membangun kepercayaan dirinya agar tidak menarik diri dari lingkungan sosialnya, dan belajar memahami keadaannya serta mencintai dirinya sendiri?

    Balas
  • 5. andriresna  |  16 Agustus, 2010 pukul 9:47 pm

    Saya ingin bertanya? Apakah disleksia itu bisa terjadi pada orang dewasa? (diketahui setelah seseorang menjadi dewasa)

    Bisakah seseorang yang berciri-ciri berikut dikatakan mengalami disleksia?
    1. mempunyai kebiasaan terlalu cepat membaca hingga salah mengucapkan kata
    2. sulit membedakan arah
    3. Tulisan selalu berubah, tidak stabil (tetapi tidak jelek)
    4. Terlalu kuat memegang alat tulis (ballpoint dll)

    Balas
    • 6. andriresna  |  16 Agustus, 2010 pukul 9:51 pm

      5. kesulitan dalam memahami tata ruang. baik nyata maupun dalam bentuk gambar..

      terimakasih

      Balas
  • 7. Feibe Saerang  |  14 Oktober, 2010 pukul 3:30 pm

    Anak saya berumur 7 tahun, sudah bisa menghafal alfabet, tapi kalau membaca hanya 2 huruf dibelakang kata yang bisa, begitu juga dengan bicara.
    apakah anak saya mengalami Diklesia ???

    Balas
  • 8. Anonim  |  27 Juli, 2011 pukul 10:50 am

    Tetangga saya seorang Ibu yang mempercayakan anaknya untuk belajar membaca dengan saya, Ibu siAnak mengeluh karena anaknya tidak naik kelas karena belum bisa membaca.
    Si Anak dapat menghafal alfabet cukup baik secara berurutan dr A-Z, tetapi ia mengalami kesulitan mengingatnya ketika saya bertanya secara acak,
    Apabila saya menyuruhnya menulis sebuah kata misal: Rambut tapi dia hanya menulis Rabu, Kursi ia tulis Kusi…
    Sering tidak konsentrasi dalam belajar, cenderung sering merasa cepat lelah….
    Setelah saya baca beberapa artikel tentang Disleksia dan mencocokannya dengan kondisi si Anak, saya merasa si Anak mengalami Disleksia_
    Apa yang dapat saya lakukan agar siAnak bisa membaca lebih baik ya?….

    Balas
  • 9. anna  |  11 April, 2012 pukul 10:21 am

    jika anak usia 2 tahun dan belum bisa mengucapkan kata mama, papa, dan jika anak itu menginginkan sesuatu si anak hanya menarik tangan ibunya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. apakah itu termasuk gejala disleksia?? trima kasih

    Balas
  • 10. zakaria  |  15 Oktober, 2012 pukul 5:56 pm

    anak saya umur 19th,laki-laki,pada usia anak-anak ia saya lihat masih “normal”,akan tetapi menginjak sekolah menengah pertama seakan0akan kecerdasannya menurun hingga saat ini(dalam hal akademis dan saat inialhamdulillah sudah lulus),kemampuan mengingatnya juga kurang baik,dalam berbicara juga terputus-putus,apakah anak saya juga mengalami disleksia…?
    dan apa solusinya..?
    terimakasih.

    Balas
  • 11. Wahid Merenung  |  31 Oktober, 2013 pukul 2:45 pm

    🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 948,256 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: