Gusurlah Kemiskinan, Jangan Gusur Orang Miskin

2 April, 2009 at 10:25 am 1 komentar

kemiskinanKemiskinan selalu ada dalam sejarah peradaban manusia. Ia laksana jasad dan roh yang susah sekali dipisahkan. Kemiskinan merupakan sesuatu yang termarginalkan, namun adakalanya kemiskinan dimanfaatkan oleh para penguasa untuk mencari simpati, mencari dukungan dan mencari kekuasaan demi kesenangan dan kemakmuran pribadi-pribadi yang tidak bertanggung jawab.

Banyak kisah pilu yang menimpa sebagian saudara-saudara kita yang belum sempat menikmati hidup laksana manusia normal. Ketidak pedulian penguasa menjadi salah satu faktor pemicu tidak terselesaikannya masalah ini dari zaman ke zaman. Sering kali kita lihat prilaku pemerintah yang tidak adil pada saudara-saudara kita yang kurang beruntung tersebut. Penggusuran, pengusiran, cercaan, makian dan hinaan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Mereka hidup seperti itu bukan kemauan mereka sendiri bukan? Tidak ingatkah kita bahwa adanya orang “Kaya” karena ada jasa mereka yang disebut sebagai “Miskin”. Apakah ini hanya karena kesalahan lexical (bahasa) semata? Kalau begitu salahkan para profesor yang membuat bahasa seperti itu, sehingga ada perbedaan yang mencolok antara si Kaya, dan si Miskin yang menyebabkan mereka diperlakukan dengan tidak adil oleh para penguasa sekarang ini.

Bukan seharusnya pemerintah menggusur kaum termarginalkan ini dari bantaran kali, terus menerus memburu, mengusir, dan mengejar-ngejar mereka yang hanya mencari sesuap nasi dengan berjualan melalui jalan yang halal. Apakah begitu caranya menghilangkan kemiskinan dari muka bumi ini? Yang hanya dilakukan dengan cara menghilangkan orang miskin? Bukankah mereka juga memiliki hak untuk hidup dengan layak? Mengapa para koruptor yang melipat uang rakyat sampai bertriliun-triliun bisa hidup enak, bisa tidur nyenyak di aparemen mewah, bisa enjoy berjalan-jalan ke luar negeri tanpa merasa terganggu oleh kejaran Satpol PP? Bukankah lebih baik dan lebih bijak menggusur kemiskinan itu sendiri dari pada menggusur orang miskin untuk menghilangkan kemiskinan itu sendiri?

Bagaimana menurut Anda?

Entry filed under: Refleksi Diri. Tags: .

Love is Blind Disleksia

1 Komentar Add your own

  • 1. stand up scooters  |  11 Februari, 2013 pukul 12:25 am

    With havin so much content do you ever run into any problems of plagorism or copyright violation?
    My blog has a lot of exclusive content I’ve either created myself or outsourced but it appears a lot of it is popping it up all over the internet without my permission. Do you know any methods to help prevent content from being stolen? I’d truly appreciate it.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 948,256 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: