Apa Itu Epilepsi?

30 Maret, 2009 at 1:32 am 44 komentar

epilepsiBanyak orang tua yang menjadi frustasi begitu mengetahi anaknya terkena epilespi atau yang lazim disebut ayan. Bayangan akan masa depan anak yang suram, ditambah lagi penderitaan anak yang sering mendadak kejang-kejang terus berkelebatan. Meski belum ada pengobatan yang benar-benar dapat menyembuhkan epilepsi, namun dengan pengobatan yang benar dan teratur lebih dari 80% anak pengindap epilepsi dapat hidup dengan normal. Hal ini sesuai dengan pendapat dari William R. Turk, MD, Kepala Divisi Neurology di Nemours Children’s’ Clinic, Jacksonville, Florida yang menyatakan bahwa: “Kita tak punya obat untuk menyembuhkan epilepsi, dan malangnya terapi serangan mendadak praktis tak ada. Cuma ada cara bagaimana mengelola serangan itu, namun demikian pada anak, tetap ada peluang.

 Jika orangtua dapat memberikan pengobatan tepat, serangan mendadak mungkin bisa dienyahkan. Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah penyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Ternyata hal ini dibantah oleh dua dokter anak yang merupakan pakar saraf anak FKUI/RSCM Jakarta, yakni Dr. Hardiono S Pusponegoro, Sp A dan Dr. Irawan Mangunatmadja, Sp A. Menurut kedua pakar tersebut, epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan hanya 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika atau keturunan. Dan deteksi serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sejak balita sangat efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.

 Terdapat banyak definisi tentang epilepsi diantaranya adalah:

  1. Epilepsi merupakan lepas muatan listrik yang berlebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.
  2. Epilepsi adalah penyakit serebral kronik dengan karekteristik kejang berulang akibat lepasnya muatan listrik otak yang berlebihan dan bersivat reversibel (Tarwoto, 2007)
  3. Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan-serangan, berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat reversibel dengan berbagai etiologi (Arif, 2000)
  4. Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan berbagai macam etiologi dengan ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik neron-neron otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik (anonim, 2008)

Jenis Epilepsi meliputi, epilepsi tonik klonik (grandmal), epilepsi absans (petit mal), epilepsi parsial sederhana, epilepsi parsial komplek, epilepsi atonik, dan epilepsi mioklonik. Penyakit efpilepsi disebabkan oleh bayak hal diantaranya: faktor genetik/turunan (meski relatif kecil antara 5-10 persen), kelainan pada menjelang-sesudah persalinan, cedera kepala, radang selaput otak, tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, adanya genangan darah/nanah di otak, atau pernah mengalami operasi otak. Selain itu, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat pula menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat bawaan

Secara umum masyarakat di Indonesia salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya, penderita epilepsi sering dikucilkan. Padahal, epilepsi bukan termasuk penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan “ilmu klenik”, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Sekitar 400.000 anak di AS mengidap epilepsi, dan mereka dapat mengendalikan serangan mendadak itu serta mampu hidup normal.Lalu bagaimana jika anak kena serangan mendadak? Biasanya serangan ini berlangsung amat cepat, dan Anda tak punya cukup banyak waktu untuk berbuat sesuatu. Peristiwa kejang-kejang, dengan mulut mengeluarkan busa, seringkali menjadi momen yang mencekam bahkan menakutkan. Dalam manghadapi hal tersebut, kita harus waspada dan tetap tenang sehingga dapat memberikan bantuan yang optimal.

Hal yang harus dilakukan pada saat penderita terkena serangan adalah:

  1. Hindarkan penderita dari benda-benda berbahaya yang berpotensi melukai dirinya
  2. Kendorkan pakaian di area leher, termasuk ikat pinggang
  3. Taruh bantal atau sesuatu yang lembut di bawah kepala
  4. Baringkan dia menghadap ke satu sisi

Hal yang tidak boleh dilakukan selama penderita terkena serangan:

  1. 1. Meletakkan benda di mulutnya. Jika penderita mungkin menggigit lidahnya selama serangan mendadak, menyisipkan benda di mulutnya kemungkinan tak banyak membantu. Anda malah mungkin tergigit, atau parahnya, tangan Anda malah mematahkan gigi si penderita.
  2. Mencoba membaringkan penderita. Orang, bahkan anak-anak, secara ajaib memiliki kekuatan otot yang luar biasa selama mendapat serangan mendadak. Mencoba membaringkan si penderita ke lantai bukan hal mudah dan tidak baik juga.
  3. Berupaya menyadarkan si penderita dengan bantuan pernapasan mulut ke mulut selama dia mendapat serangan mendadak, kecuali serangan itu berakhir. Jika serangan berakhir, segera berikan alat bantu pernapasan dari mulut ke mulut jika si penderita tak bernapas.

Kejang yang tiba-tiba datang pada penderita epilepsi dapat dicegah dengan cara:

  1.  Demam tinggi pada penderita dapat diatas dengan cara memberi obat demam dengan penurun panas dan kompres dengan lap hangat (lebih kurang panasnya dengan suhu badan si penderita) selama kurang lebih 15 menit, bila mencapai 38.5 derajat celcius atau lebih
  2. Jangan melakukan pengkompresan dengan lap yang dingin, karena dapat menyebabkan korslet di otak (akan terjadi benturan kuat karena atara suhu panas tubuh si penderita dengan lap pres dingin)
  3. Kalau dinyatakan epilepsi, segera minum obat resep dokter secara teratur
  4. Sediakan obat anti kejang lewat dubur di rumah jika kejang membuat penderita tidak mungkin meminum obat.
  5. Sedia selalu obat penurun panas di rumah seperti parasetamol.

Terapi awal yang bisa dilakukan di rumah, adalah dengan campuran daun lidah buaya dan es batu. Cari daun lidah buaya secukupnya. Haluskan, kemudian dimasukkan ke dalam panci. Beri es batu, ditambah sedikit garam. Selanjutnya campuran tadi, digunakan untuk mengompres kepala. Lakukan sehari satu kali, selama tujuh hari berturut-turut.

(Dari berbagai sumber)

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Asam Urat Nasib

44 Komentar Add your own

  • 1. Puji  |  12 Juli, 2012 pukul 4:49 pm

    saya punya teman waktu sedang bermain bola tiba-tiba kedua teman saya saling bertabrakan, mereka terjatuh, satu diantaranya tiba- tiba kejang-kejang lalu mengeluarkan air liur dari mulutnya, namun sebelumnya keluar darah sedikit kental dari hidung dan hilang. apakah ini penyakit epilepsi atau akibat benturan kepala?

    balas

    Balas
  • 2. asti  |  12 Juli, 2012 pukul 4:52 pm

    saya punya teman waktu sedang bermain bola tiba-tiba kedua teman saya saling bertabrakan, mereka terjatuh, satu diantaranya tiba- tiba kejang-kejang lalu mengeluarkan air liur dari mulutnya, namun sebelumnya keluar darah sedikit kental dari hidung dan hilang. apakah ini penyakit epilepsi atau akibat benturan kepala?

    balas

    Balas
  • 3. Lili  |  16 Maret, 2013 pukul 4:24 am

    Pak saya punya penyakit epilepsi dari usia10 sampai sekarng 38thn aku udh frustasi cari DR,dukun,shinse, org pintar,ikut agama, kencing sendiri,,aku puntur DR Saraf udh banyak gmn aku udh putus asah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 948,256 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


%d blogger menyukai ini: