Mengenal Hakikat Diri Sebagai Manusia

7 Mei, 2010 at 4:48 pm 10 komentar

Marilah kita semua merenung mengenai hakikat diri masing-masing, tanpa bermain ayat dan tanpa harus bersusah payah berpikir dengan semua dalil dan teori yang memusingkan kepala. Saya mencoba memperkenalkan metode pengenalan diri melalui nama surah (khususnya 5 surah pertama) dari al-Qur’an dengan semua kesederhanaan kalimatnya. Surah pertama dalam al-Qur’an adalah al-Fatihah, surah ini juga dikenal sebagai surah pembuka, ummul Qur’an, surah 7 ayat berulang dan sebagainya. Inilah inti dari al-Qur’an, tanpa surah ini maka sebuah kitab tidak bisa disebut al-Qur’an, tanpa membaca surah ini pula maka tidak syah sholat seorang muslim bahkan tanpa membaca surah ini pula menurut perhitungan matematis Dr. Rasyad Khalifah berarti seorang muslim sudah menghilangkan kata sandi senilai 608, karena setiap huruf dalam al-Fatihah memiliki nilai tersendiri.

Setiap manusia, siapapun itu didalam sejarah hidupnya pasti melalui surah al-Fatihah, artinya kita-kita ini pasti pernah memulai dari awal, dari dasar. Apa awal dari manusia? Nutfahkah? mungkin jawaban ini benar, tetapi nutfah adalah pembentuk awal kemanusiaan dan bukan awal dari manusia itu sendiri. Awal kehidupan manusia dimulai sejak ia dilahirkan ibunya kedunia ini. Detik pertama dia menghirup udara maka detik itupulalah sejarah manusia tersebut dimulai.

Bahkan seorang ‘Isa al-Masih yang proses kejadiannya tampak begitu istimewa, tidak terkecuali untuk memulai hidupnya dari seorang bayi merah. Sama seperti yang lain. (lihat rujukan Qs. Ali Imran 3 ayat 59). Dari surah ini kita diajar banyak hal, bahwa semua ayat baik yang panjang maupun yang pendek didalam al-Qur’an akhirnya akan kembali pada surah Al-Fatihah, karena dalam surah inilah semua pujian dan doa serta pentauhidan Tuhan terintegrasi menjadi satu.

Begitupula manusia, dia hakekatnya adalah bayi, semua kedudukan sosial serta harta benda yang ia miliki akan kembali pada kekerdilan dirinya dimata sang Khaliq yang serba Maha. Sosok manusia tidak ubahnya bagaikan bulatan kecil bumi ditengah samudra galaksi yang Maha Luas dan tak hingga (alpha dan omega). Kenapa manusia masih banyak yang berlaku sombong atas semua yang dia miliki? Dilihat secara ultraviolet, manusia itu telanjang, tanpa pakaian, tanpa kedudukan, tanpa apa-apa. Begitulah kira-kira cara Tuhan memandang kita (lihat rujukan Surah al-A’raaf 7 ayat 26)

Jikapun kita berkuasa, apakah iya kita berkuasa atas nafas kita? atas udara yang kita hisap ? apa iya kita berkuasa atas setan yang ada didiri kita?

Bahkan satu contoh yang paling ringan bahwa kita tidak berkuasa untuk menahan rasa untuk buang air. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang akan kita dustakan ? (lihat rujukan Surah an-Najm 53 ayat 55) Artinya, semua anggota tubuh kita ini bukanlah milik kita, apalagi harta dan kedudukan. Kita ini bayi, kita ini al-Fatihah, seharusnya kita menjadi ayat yang berfungsi sebagai pujian terhadap Allah, sebagai alat pengabdian, penyebar petunjuk bagi orang lain kepada jalan yang lurus sekaligus penolak pada nilai-nilai kebatilan, keterpurukan dan kesesatan.

Surah kedua adalah al-Baqarah, yang secara harfiah berarti Sapi Betina. Seorang bayi yang baru lahir, dia memerlukan asupan susu, entah itu berupa ASI atau susu olahan.

Jika sebagai penyambung al-Fatihah tertulis al-Baqarah, ini tidak serta merta satu petunjuk bahwa seorang bayi harus minum susu sapi. Penyebutan sapi betina merujuk pada satu kebutuhan yang ada pada seorang bayi, dia perlu kehangatan, dia perlu nutrisi awal, nutrisi satu-satunya yang bisa ia cerna, karena tidak mungkin dia bisa mengkonsumsi coca cola atau fanta, dia perlu susu, perlu hal yang putih, bersih dan sehat.

Inilah gambaran kita, membutuhkan nilai-nilai yang lurus, yang bisa memenuhi gizi kejiwaan sebagai satu-satunya sumber asupan yang bisa kita terima agar bisa tumbuh menjadi kepribadian yang dewasa dan tangguh.

Kita perlu nilai-nilai yang sehat dan benar untuk sampai pada satu pemahaman tertentu, hati dan niat ini harus bersih dan akal kita harus bisa berpikir realistis obyektif. Inilah makna ayat al-Qur’an : hendaklah engkau berlaku adil, jangan karena kebencianmu pada sesuatu hal membuatmu gelap mata, membuatmu menjadi subyektif. (Lihat rujukan Surah al-Maidah 5 ayat 8).

Surah al-Baqarah merupakan satu-satunya surah terpanjang didalam al-Qur’an, ini merefleksikan bahwa manusia itu akan terus memerlukan nilai-nilai yang bersih dan sehat tadi sepanjang masa, tidak ada batasan, karenanya Nabi SAW bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi seorang muslim sampai ia mendatangi kuburnya sendiri”.

Selanjutnya surah al-Baqarah disambung dengan ali Imran dan an-Nisaa’, masing-masing mewakili kedua orang tua kita, yang satu laki-laki dan yang lainnya wanita. Bahwa didalam hidup, kita tidak hanya membutuhkan nilai tetapi juga memerlukan bantuan lingkungan disekitar kita, butuh keberadaan sosok bapak dan ibu yang membuat kita menjadi aman, tentram dan damai. Secara lebih luas, kita perlu melakukan interaksi dengan semua komponen masyarakat (pria dan wanita pada ali Imron dan an-Nisaa’ menggambarkan adanya keragaman). Kita tidak bisa hidup sendiri, kita adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi antar sesama kita (lihat rujukan Surah al-Hujuraat 49 ayat 13).

Orang yang hanya mau bergaul dengan sekelompok kaum tertentu saja, bertaklid pada satu jemaah tertentu dan meninggalkan kaum atau jemaah yang lainnya sama seperti seorang anak yang hanya memerlukan ibunya saja atau bapaknya saja, dan jelas ini satu kepincangan.

Bersikaplah yang wajar, bergaullah dengan semua komponen masyarakat tanpa membedakan apakah mereka sama jemaahnya dengan kita, sama jalan pemikirannya dengan kita atau sebaliknya. Apalagi jika ini menyangkut hubungan sesama muslim, malah al-Qur’an berkata, satukan hubungan yang retak antar sesama saudaramu seiman, jauhi prasangka yang jahat kepadanya (lihat rujukan Surah al-Hujuraarat 49 ayat 12).

Surah kelima, surah al-Maaidah yang berarti hidangan. Hidangan disini adalah suatu sajian makanan, seorang bayi dia memerlukan asupan susu dan belaian kasih sayang kedua orang tuanya, seorang manusia perlu belajar nilai-nilai kebenaran yang obyektif dan melakukan silaturahhim terhadap sesamanya, dan dia perlu berbagi.

Saat sudah menjelang dewasa usia, kita tidak lagi menjadi bayi, kebutuhan gizi kita sudah lebih besar dari susu putih didalam botol. Kita menuntut menu lain, kita mulai belajar memakan makanan yang lebih keras, lebih kejal dan lebih berasa.

Semakin kita banyak belajar dan berinteraksi maka kepribadian kita seharusnya semakin meningkat, semakin menuntut lebih banyak dari sebelumnya, semakin kita belajar semakin kita merasa ilmu ini teramat sedikit, semua kekayaan pemikiran, khasanah pengetahuan harus bertambah demikian juga dengan ketakwaan maupun kesederhanaan jiwa.

Inilah inti dari sabda Nabi SAW: Sesungguhnya siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung, tetapi orang yang hari ini lebih buruk dari sebelumnya maka dia termasuk orang yang merugi (lihat rujukan Surah al-Ashar 103 ayat 1 s/d 3).

Masihkah kita belum mengnal siapa diri kita sejauh ini ? Haruskah pembahasan ini dilanjutkan pada surah-surah lainnya ? Untuk sementara ini, biarlah tulisan ini berhenti sampai disini agar dapat direnungkan dan mencari kedalam inti diri  siapa aku?

(Dari berbagai sumber)

About these ads

Entry filed under: Al-Islam. Tags: , , , .

Segmentation and Target Market Renungan Buat Suami

10 Komentar Add your own

  • 1. "JPE"pro  |  2 Juni, 2010 pukul 1:05 am

    Semua yang penjelasan diatas bagus.. tetapi semua itu hanyalah teory semata.. kalau kita membicarakan tentang hakikat DIRI.. maka kita membicarakan tentang hal yang nyata dan riil.. bukan hal yang bersifat teory dan imajiner (di awang-awang)

    Bahwasanya ALLAH.. MUHAMMAD.. adalah nama.. ALLAH adalah nama yang paling tinggi.. sedangkan MUHAMMAD adalah nama utusan ALLAH yang mulia.. Anak SD aja tahu akan hal ini.. dan kita pun tahu.. dari mana kita tahu.. tentunya dari AL-Qur’an dan Hadist yang tidak diragukan lagi kebenarannya.. dan dari berbagai sumber yang lain tentunya.. so.. dimanakah kita..??? dimanakah insan..??? oke.. karena ini menyangkut jati diri kita.. maka perlulah ada korelasi yang jelas tentang ini semua.. Tidaklah mungkin ada Insan jikalau tidak ada Muhammad.. dan tidak mungkinlah ada Muhammad jikalau tidak ada ALLAH..
    Tidaklah terpisahkan ombak dan air tetapi dapatlah dibedakan
    Tidaklah terpisahkan air dan tumbuhan tetapi dapatlah dibedakan
    Bersatu tidak sekutu.. Bercerai tidak berpisah…
    Siapa yang mengaku adalah pengikut FIR’AUN siapa tidak mengaku adalah pengikut ABU JAHAL
    Adalah benang halus yang kokoh (rahasia DIRI) sebagai tautannya yang hanya dibisikan turun-temurun dari Baginda Rasullullah Muhammad SAW kepada empat sahabat beliau diteruskan sampai kepada kita saat ini dan nanti menurut kehendak-NYA.
    Maka ialah Insan Kamil.. insan Pilihan…

    “JPE”pro

    Balas
  • 2. Anonymous  |  23 Juli, 2010 pukul 9:42 am

    JIKA SUDAH TAHU, PAHAM DAN MENGENAL KUNCINYA “DIAM”

    Balas
  • 3. "JPE"pro  |  24 Oktober, 2010 pukul 5:00 pm

    Gerak dan diam adalah haqx adalah kelakuanx.. Disaat ia bergerak.. Maka bergeraklah ia.. Disaat ia diam.. Maka diamlah ia.. No problem…

    Balas
  • 4. AL109  |  14 November, 2010 pukul 8:09 am

    SMG SEMUA INSAN PD AKHIRNYA MENGETAHUI YG TERSEMBUNYI

    Balas
  • 5. Hamba Fakir  |  11 April, 2011 pukul 10:49 am

    La TaTa HaRR RaKu ZaR RaTuN Bi Iz NiLLAH

    Wa La HaU La WaLa QuWwAtA ILLA BILLAH

    Balas
  • 6. O~zero  |  9 Februari, 2012 pukul 11:21 pm

    MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    Mengenai
    HAKEKAT DIRI

    Salah seorang peneliti Sunda yang sedang menulis buku
    “SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    bertanya kepada Mandalajati Niskala:
    “Apa yang anda ketahui satu saja RAHASIA PENTING mengenai apa DIRI itu? Darimana dan mau kemana?

    Jawaban Mandalajati Niskala:
    “Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa pertanyaan ini satu-satunya pertanyaan yang sangat penting dibanding dari ratusan pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya selama anda menyusun buku ini.

    Memang pertanyaan ini sepertinya bukan pertanyaan yang istimewa karena kata “DIRI” bukan kata asing dan sering diucapkan, terlebih kita beranggapan diri dimiliki oleh setiap manusia, sehingga mudah dijawab terutama oleh para akhli.

    Kesimpulan para Akhli yang berstandar akademis mengatakan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.

    Pernyataan semacam ini hingga abad 21 tidak berubah dan tak ada yang sanggup menyangkalnya.

    Para Akademis Dunia Barat maupun Dunia Timur banyak mengeluarkan teori dan argumentasi bahwa diri adalah unsur dalam dari tubuh manusia.
    Argumentasi dan teori mereka bertebaran dalam ribuan buku tebal. Kesimpulan akademis telah melahirkan argumentasi Rasional yaitu argumentasi yang muncul berdasarkan “Nilai Rasio” atau nilai rata-rata pemahaman Dunia Pendidikan. Saya yakin Andapun sama punya jawaban rasional seperti di atas.

    Tentu anda akan kaget jika mendengar jawaban saya yang kebalikan dari teori mereka.

    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin mengajak siapapun untuk menjadi cerdas dan itu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana.
    Coba kita mulai belajar melacak dengan memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kata DIRI, JIWA dan BADAN, agar kita dapat memahami apa DIRI itu sebenarnya. Beberapa contoh pertanyaan saya susun seperti hal dibawah ini:

    1)Apa bedanya antara MEMBERSIHKAN BADAN, MEMBERSIHKAN JIWA dan MEMBERSIHKAN DIRI?

    2)Apa bedanya KEKUATAN BADAN, KEKUATAN JIWA dan KEKUATAN DIRI?

    3)Kenapa ada istilah KESADARAN JIWA dan KESADARAN DIRI sedangkan istilah KESADARAN BADAN tidak ada?

    4)Kenapa ada istilah SEORANG DIRI tetapi tidak ada istilah SEORANG BADAN dan SEORANG JIWA?

    5)Kenapa ada istilah DIRI PRIBADI sedangkan istilah BADAN PRIBADI tidak ada, demikian pula istilah JIWA PRIBADI menjadi rancu?

    6)Kenapa ada istilah KETETAPAN DIRI dan KETETAPAN JIWA tetapi tidak ada istilah KETETAPAN BADAN?

    7)Kenapa ada istilah BERAT BADAN tetapi tidak ada istilah BERAT JIWA dan BERAT DIRI?

    8)Kenapa ada istilah BELA DIRI sedangkan istilah BELA JIWA dan BELA BADAN tidak ada?

    9)Kenapa ada istilah TAHU DIRI tetapi tidak ada istilah TAHU BADAN dan TAHU JIWA?

    10)Kenapa ada istilah JATI DIRI sedangkan istilah JATI BADAN dan JATI JIWA tidak ada?

    11)Apa bedanya antara kata BER~BADAN, BER~JIWA dan BER~DIRI?

    12)Kenapa ada istilah BER~DIRI DENGAN SEN~DIRI~NYA tetapi tidak ada istilah BER~BADAN DENGAN SE~BADAN~NYA dan BER~JIWA DENGAN SE~JIWA~NYA?

    13)Kenapa ada istilah ANGGOTA BADAN tetapi tidak ada istilah ANGGOTA JIWA dan ANGGOTA DIRI?

    Beribu pertanyaan seperti diatas bisa anda munculkan kemudian anda renungkan. Saya jamin anda akan menjadi faham dan cerdas dengan sendirinya, apalagi jika anda hubungkan dengan kata yang lainnya seperti; SUKMA, RAGA, HATI, PERASAAN, dsb.

    Kembali kepada pemahaman Akhli Filsafat, Ahli Budaya, Akhli Spiritual, Akhli Agama, Para Ulama, Para Kyai dan masyarakat umum BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.

    Mulculnya pemahaman para akhli seperti ini dapat saya maklumi karena mereka semua adalah kaum akademis yang menggunakan standar kebenaran akademis.

    Saya berani mengetasnamakan Sunda,
    bahwa pemikiran di atas adalah SALAH.
    Dalam Filsafat Sunda yang saya gali, saya temukan kesimpulan yang berbeda dengan pemahaman umum dalam dunia ilmu pengetahuan. Setelah saya konfirmasi dengan cara tenggelam dalam “ALAM DIRI”, menemukan kesimpulan
    BAHWA DIRI ADALAH UNSUR LUAR DARI TUBUH MANUSIA.

    Pendapat saya yang bertentangan 180 Derajat ini, tentu menjadi sebuah resiko yang sangat berat karena harus bertubrukan dengan Pendapat Para Akhli di tataran akademik.

    Saya katakan dengan sadar ‘Demi Alloh. Demi Alloh. Demi Alloh’ saya bersaksi bahwa diri adalah UNSUR LUAR dari tubuh manusia yang masuk menyeruak, kemudian bersemayam di alam bawah sadar.
    ‘DIRI ADALAH ENERGI GAIB YANG TIDAK BISA TERPISAHKAN DENGAN SANG MAHA TUNGGAL’. ‘DIRI MENYERUAK KE TIAP TUBUH MANUSIA UNTUK DIKENALI SIAPA DIA SEBENARNYA’. ‘KETAHUILAH JIKA DIRI TELAH DIKENALI MAKA DIRI ITU DISERAHTERIMAKAN KEPADA KITA DAN HILANGLAH APA YANG DINAMAKAN ALAM BAWAH SADAR PADA SETIAP DIRI MANUSIA’.

    Perbedaan pandangan antara saya dengan seluruh para akhli di permukaan Bumi tentu akan dipandang SANGAT EKSTRIM.
    Ini sangat beresiko, karena akan menghancurkan teori ilmu pengetahuan mengenai KEBERADAAN DIRI.
    Aneh sekali bahwa yang lebih memahami mengenai diri adalah Dazal, namun sengaja diselewengkan oleh Dazal agar manusia sesat, kemudian Dazal menebarkan kesesatan tersebut pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ‘DI UFUK BARAT’ maupun ‘DI UFUK TIMUR’.
    Sebenarnya sampai saat ini DAZAL SANGAT MEMAHAMI bahwa DIRI adalah unsur luar yang masuk menyeruak pada seluruh tubuh manusia. DIRI merupakan ENERGI KEMANUNGGALAN DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL.

    Oleh karena pemahaman tersebut DAZAL MENJADI SANGAT MUDAH MENGAKSES ILMU PENGETAHUAN. Salah satu ilmu yang Dia pahami secara fasih adalah Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu (Sistem Asmaa Kulaha). Ilmu ini dibongkar dan dipraktekan hingga dia menjadi SAKTI.
    Dengan kesaktiannya itu Dia menjadi manusia “Abadi” dan mampu melakukan apapun yang dia kehendaki dari dulu hingga kini. Dia merancang tafsir-tafsir ilmu dan menyusupkannya pada dunia pendidikan agar manusia tersesat. Dia tidak menginginkan manusia mamahami rahasia ini.

    Dazal dengan sangat hebatnya menyusun berbagai cerita kebohongan yang disusupkan pada Dunia Ilmu Pengetahuan, bahwa cerita Dazal yang paling hebat; agar dapat bersembunyi dengan tenang yaitu MENGHEMBUSKAN ISU bahwa Dazal akan muncul di akhir jaman;
    PADAHAL DIA TELAH EKSIS MENCENGKRAM DAN MERUSAK MANUSIA BERATUS-RATUS TAHUN LAMANYA HINGGA KINI.

    Ketahuilah bahwa Dazal bukan akan datang tapi Dazal akan berakhir, karena manusia saat ini ke depan akan banyak yang memahami bahwa DIRI merupakan unsur luar dari tubuh manusia YANG DATANG MERUPAKAN SIBGHOTALLOH DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL.

    Sang Maha Tunggal keberadaannya lebih dekat dari pada urat leher siapapun, karena Sang Maha Tunggal MELIPUT SELURUH JAGAT RAYA dan kita semua berada TENGGELAM “Berenang-renang” DALAM LIPUTANNYA.

    Inilah Filsafat Sunda yang sangat menakjubkan.
    (Maaf Sunda yang saya maksudkan bukan etnis)
    Perlu saya sampaikan agar kita memahami bahwa Sunda tidak bertubrukan dengan Islam, saya temukan beberapa Firman Allohurabbul’alamin dalam Al Qur’an yang bisa dijadikan pijakan untuk bertafakur, mudah-mudahan semua menjadi faham bahwa DIRI adalah “UNSUR KETUHANAN” yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk dikenali dan diserah~terimakan dari Sang Maha Tunggal kepada menusia sebagai JATI DIRI, sbb:

    1)Bila hamba-hambaku bertanya tentang aku katakan aku lebih dekat (Al Baqarah 2:186)

    2)Lebih dekat aku daripada urat leher (Al Qaf 50:16)

    3)Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada nafasmu sendiri (Fushshilat 41:53)

    4)Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54)

    5)Dia (Allah) Bersamamu dimanapun kamu berada (Al Hadid 57:4)

    6)Kami telah mengutus seorang utusan dalam nafasmu (AT-TAUBAH 9:128)

    7)Di dalam nafasmu apakah engkau tidak memperhatikan (Adzdzaariyaat 51:21)

    8)Tuhan menempatkan DIRI antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24)

    9)Aku menciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4)

    Jawaban mengenai APA DIRI ITU. DARIMANA & MAU KEMANA (Sangkan Paraning Dumadi), akan saya jelaskan secara rinci dan tuntas pada sebuah buku YANG JIKA SANG EMPUNYA MENGIJINKAN akan saya luncurkan di akhir 2012”.

    Naskah ini dicuplik dari
    Editing Penulis.

    Judul Buku:
    SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21
    Sub Judul:
    “SERIBU JABANGTUTUKA SUNDA”
    Serial:
    “Jabangtutuka 1 Mandalajati Niskala”

    Tebal Buku 200 Halaman,
    Jilid Lux, Harga Rp 30.000,-
    Mulai beredar di toko buku bulan Maret 2012

    Mudah-mudahan info ini bermanfaat.

    O~zero

    Balas
  • 7. Kurniawan Ithu Namaqu  |  21 Maret, 2012 pukul 10:44 pm

    Artikel di atas hanya menggambarkan proses awal manusia mulai dari kandungan sampai dewasa yg dikaitkan dng 5 surah yg terdapat dlm al Qur’an. Penjelasan di atas sama sekali tidak menjelaskan hakikat diri manusia, sprti darimana, untuk apa dan mau kemana kita. jujur saya masih belum paham tentang hakikat diri yg sebenarnya. Contoh, dlm kalimah syahadat “aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad itu utusan Allah” pertanyaannya benarkah “aku” sudah menyaksikan….??? “aku” itu yg mana….???

    Balas
    • 8. Papa Ridho  |  25 September, 2012 pukul 11:18 pm

      Awaluddin ma’rifatullah, awal agama adalah mengenali Allah jadi Apabila engkau mau kenal Allah dengan kesaksian kenali dirimu sedalam dalamnya, renungkan sambil lihat kedalam dan saya sependapat kalau sudah tahu. Diam.

      Balas
    • 9. Sandi Kaladia  |  12 Desember, 2013 pukul 11:09 pm

      JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
      SANGKAN PARANING DUMADI
      SANGKAN PARANING DUMADI
      SANGKAN PARANING DUMADI

      Dalam Penggalian MANDALAJATI NISKALA
      Memasuki Ruang Insun, Telah Melahirkan
      Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
      Yang Fitrah, Original & Sangat Anyar.
      KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
      SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
      DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

      1♥Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
      akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
      (HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
      JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
      TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
      Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
      SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

      2♥Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
      akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
      (Potensi HI~DI~RI meliputi:
      HI adalah alam Subconcious
      DI adalam alam Concious
      RI adalah alam HIperconcious)

      3♥Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
      akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
      (Tribaka, Panca Azasi Wujud &
      Panca Maha Buta)

      4♥Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
      akan memahami HI~DIR~nya.
      (Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

      5♥Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
      akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
      (Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
      pada Tribaka)

      6♥Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
      akan memahami TAMAT~nya.
      (Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
      Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
      yang segera memasuki Blackhole
      untuk keluar dari Jagat Raya
      dan meledak menjadi Bigbang,
      di ruang hampa, gelap gulita,
      bertekanan minus)

      7♥Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
      akan memahami WIWIT~nya.
      (Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
      yaitu berupa potensi Jawahar Awal
      di Jagat Raya Baru)

      (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
      “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
      LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
      ════════════════════════════
      Mandalajati Niskala membuka sebuah tabir
      PINTU JAWAHAR AWAL
      KE PINTU JAWAHAR AKHIR

      Manusia pada hakekatnya bagian dari Tuhannya.
      Seluruh isi semesta “BERENANG” TENGGELAM
      di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
      (Zibghotulloh).

      Sagala sesuatu termasuk Manusa MANUNGGAL
      di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
      (Sapanunggalan).

      TUHAN SANG MAHA BESAR, sekaligus juga
      Sang MAHA KECIL memiliki
      TIGA ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
      yang “gumulung” jadi tunggal; dari lingkup
      SANG MAHA BESAR sampai pada lingkup SANG MAHA KECIL, disebut:
      JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH)

      SANG MAHA BESAR / AGUNG
      adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MAKRO,
      yaitu ZAT ABADI SANG MAHA BESAR berupa HU~DA~RA
      YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN KHALIQ,
      mimiliki:
      Energi “HU” Acining Air,
      Energi “DA” Acining Tanah,
      Energi “RA” Acining Api.
      Ketiganya Gumulung di dalam SAJATINING HUDARA,
      SEBAGAI PINTU HAWAL Zat Abadi Makro,
      yang disebut JAWAHAR HAWAL, yaitu:
      BIGBANG (Ledakan Nuklir) yang keluar dari WHITEHOLE.
      Inilah yang disebut proses DIA MENJADIKAN INSUN.

      SANG MAHA KECIL / LEMBUT,
      adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MIKRO,
      yaitu ZAT ABADI SANG MAHA KECIL berupa ATOM
      YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN MAKHLUK,
      memiliki:
      Energi “HU” Proton,
      Energi “DA” Netron,
      Energi “RA” Elektron.
      Ketiganya “Gumulung” dalam SAJATINING HATOM (Atom),
      sebagai PINTU HAKHIR Zat Abadi Mikro,
      yang disebut JAWAHAR HAKHIR, yaitu:
      INDUKSI INTI (Reaktor Nuklir) yg masuk ke dlm BLACKHOLE.
      Inilah yang disebut proses INSUN JADI DIA.

      (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
      “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
      LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
      ════════════════════════════
      Syair Sunda:
      JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
      ditulis ku Mandalajati NIskala

      Atma na sakujur raga.
      Hanargi museur na tazi.
      Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
      Paeunteung eujeung.

      Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
      Madet dina JAGAT LEUTIK.
      Gumulung sakuliahing cahya.
      Ngahideung Nu Maha Meles.
      Ngan beuratna Maha Beurat.

      Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
      PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
      HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

      Tandaning Insun lulus nurubus.
      Lolos norobos, Robbah lalakon.
      Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
      Bitu ngajelegur.
      Manggulung-gulung kabutna.
      Huwung nungtung ngahujung.

      Jadi jumadi ngajadi.
      INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
      Gelar Ngajawahar Awal.
      Gusti papanggih jeung Gusti.
      Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

      Ahuuung Ahuuung Ahuuung Aheeeng.
      ════════════════════════════
      Filsuf Sunda MANDALAJATI NISKALA, sbg:
      Zaro Bandung Zaro Agung
      Majelis Agung Parahyangan Anyar.

      Klik di google Mandalajati Niskala
      BACALAH SELURUH SULUR BUAH PIKIRANNYA.

      Pengirim Komentar:
      @Sandi Kaladia

      Balas
  • 10. the pirate bay  |  31 Mei, 2013 pukul 2:46 am

    You can observe the latest weather updates through taking a glance
    at your phone’s home screen, where it automatically posts weather info, and many types of without having to launch the application. Mostly a brief history of business was able to control various inventions and technologies. Now, movies aren’t the only thing that piracy trackers
    allow links too.

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2010
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Waktu Saat Ini

Arsip

Kata Bijak

Ketakutan dan kekhawatiran yang tidak beralasan tidak akan membawa perubahan apapun pada kehidupan kita. Keberanian mengambil risiko dengan di iringi do’a dan rasa percaya diri merupakan awal dalam meraih kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Pengunjung

  • 743,820 visitors

Negara Asal Pengunjung

free counters

Lokasi Pengunjung

Poling Hari Ini

Pembaca Terakhir

Join My Community at MyBloglog!
Jangan asal copy paste ya..
Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Website saya nilai
Rp 27.64 Juta

alexaku
counter


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: