Bahaya Mengkonsumsi Mie Instan
12 Agustus, 2009 at 5:39 pm 29 komentar
Agaknya jarang sekali kita temui orang yang belum pernah mengkonsumsi mie. Mi telah lama dikenal dan dikembangkan oleh masyarakat Cina dan Jepang sejak 5000-an tahun yang lalu. Bangsa Asia, khususnya masyarakat Indonesia telah menganggap mi sebagai salah satu makanan pokok. Berdasarkan jenisnya, mi digolongkan menjadi tiga, yaitu mi basah, mi kering, dan mi instan. Di Indonesia, mi instan merupakan salah satu jenis mi yang populer. Rasanya yang lezat serta proses penyajian yang mudah dan cepat membuat mi instan digemari dan berpotensi besar sebagai salah satu bahan makanan substitusi parsial bagi makanan pokok beras. Mi instan yang sudah dikenal masyarakat tentu saja mempunyai efek bagi kesehatan manusia.
Mi instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food) karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mi yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan protein, vitamin, dan mineralnya hanya sedikit. Namun, sifat karbohidrat dalam mi berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan karbohidrat dalam mi instan sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mi instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi.
Pemenuhan kebutuhan gizi mi instan dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein. Jenis sayuran yang dapat ditambahkan adalah wortel, sawi, tomat, kol, atau tauge. Sumber proteinnya dapat berupa telur, daging, ikan, tempe, atau tahu.Satu takaran saji mi instan yang berjumlah 80 gram dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Energi yang disumbangkan dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal. Hal lain yang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mi instan yang dapat mencapai 30% dari bobot kering. Hal tersebut perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Kelemahan dari konsumsi mi instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mi instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mi instan per takaran saji. Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan. Natrium Carbonat ini dapat memicu tekanan darah bagi yang mengkonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.
Kelemahan lain mi instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal tersebut disebabkan karena mi instan mengandung gluten, substansi yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme.Menurut seorang ahli gizi klinik, Juniarta Alidjaja, orang yang kebanyakan makan mi instan tanpa diimbangi makanan berserat berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Hal ini karena mi mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan kadar natrium tinggi.
Kandungan yang berbahaya lainnya yang terdapat dalam mi instan adalah sodium glutamat yang mendominasi juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kandungan pewarna kuning (tartrazin) yang terdapat dalam mi instan lebih berbahaya bagi kesehatan. Pewarna tersebut bisa membuat kekambuhan pada penderita penyakit asthma dan efek-efek negatif lainnya pada kesehatan seperti kanker dan penyakit lambung lainnya..Selain itu dalam mi instan terdapat juga bahan pengawet dan MSG yang dapat memicu timbulnya penyakit kanker jika dikonsumsi secara belebihan.
Sering makan mie instant tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan rambut sering rontok, kanker usus, ginjal batu, gagal ginjal, dan mungkin bisa penyakit lainnya. Makan mie instant itu berbahaya karena mie instant mengandung zat zat kimia dalam bumbunya dan mie-nya yang cukup berbahaya. Nah kalau kita sering makan mie instant zat-zat tersebut akan menumpuk dalam tubuh kita tanpa sempat dibuang.
Sampai saat ini belum kita jumpai satupun bahan makanan mi instan yang dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet bukan. Belum lagi zat-zat kimia yang terdapat di dalamnya. Selalu wasapada, dan jagalah pola makan kita, karena segala macam penyakit berawal dari perut. Jika kita tidak mau menyayangi diri kita sendiri mustahil Tuhan akan menyayangi kita…..
(Dari berbagai sumber)
Entry filed under: Kesehatan. Tags: bahaya, instan, Kesehatan, mengkonsumsi, mi, mi instan, mie.
29 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed















1.
edoswe123@yahoo.com | 12 Juli, 2012 pada 8:13 am
trims infonya sangat bermanfaat untuk kesehatan kita
2.
Anonymous | 9 Agustus, 2012 pada 4:52 pm
Semua yang dikonsumsi berlebihan pasti akan berpengaruh buruk terhadap tubuh,
Artikel anda masih banyak yang menyimpang terutama pada :
a. Kandungan minyak dalam blok mie instant (aktulanya tidak lebih
dari 17%),
b. Coba anda periksa lagi ingredient list pewarna yang digunakan,
Pewarna yg digunakan dalam mie instant adalah Riboflavin yang
juga dikenal dengan vitamin B2, Jadi tidak benar pernyataan anda
bahwa mie Instant tidak mengandung vitamin.
c. Semua jenis mie pasti mengandung gluten (tidak hanya mie
instant). Kandungan gluten sudah ada dalam gandum.
Glutenisasi ini dapat di identifikasi dengan lebih mengkilapnya
semua jenis mie setelah proses pengukusan. jadi pada dasarya
penderita autisme tidak boleh / mengurangi konsumsi mie.
d. Proses pembuatan/pemasakkan mie instant ada pengukusan lalu
digoreng dengan suhu tertentu, karena proses pemasakan
tersebut maka mie instan dapat bertahan lama.
e. Produk mie instant sudah lolos pengujian Badan POM, berarti
produk mei instan layak di konsumsi. Dan biasanya produsen mie
instant (terutama produsen mie instan merek-merek terkenal)
sudah memiliki setifikasi ISO dan HACCP (standard mutu dan
keamanan pangan)
Kesimpulannya mengkonsumsi mie instant jauh lebih baik dari pada mengkonsumsi jajanan lain yang tidak jelas produsennya (seperti yang sering ditayangkan oleh siaran televisi swasta tentang kandungan bahan-bahan berbahaya dan kwalitas bahan baku yang tidak layak dalam makanan/jajanan oleh oknum-oknum tertentu).
3.
Mkasih atas infonya ,, | 5 Oktober, 2012 pada 5:53 pm
facebook
4.
erawanthemaster | 13 Februari, 2013 pada 12:49 pm
Terima kasih atas informasinya,jangan lupa mampir di http://www.motogp.unsri.ac.id
5.
achmadsyafiq | 19 Februari, 2013 pada 1:01 pm
Terima kasih atas informasinya,jangan lupa mampir di http://www.motogp.unsri.ac.id