Diare: Cara Pengobatan dan Pencegahannya
7 Juli, 2009 at 6:18 pm 8 komentar
Penyakit diare sering menyerang bayi dan balita, bila tidak segera diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Data terakhir dari Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa di Indonesia diare menjadi penyakit pembunuh kedua bayi di bawah lima tahun (balita) setelah radang paru atau pneumonia. Banyak faktor risiko yang diduga menjadi penyebab terjadinya penyakit diare pada bayi dan balita di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang sering diteliti adalah faktor lingkungan yang meliputi sarana air bersih (SAB), sanitasi, jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kualitas bakterologis air, dan kondisi rumah.
Sanitasi yang buruk dituding sebagai penyebab banyaknya kontaminasi bakteri E.coli dalam air bersih yang dikonsumsi masyarakat. Bakteri E.coli mengindikasikan adanya pencemaran tinja manusia. Kontaminasi bakteri E.coli terjadi pada air tanah yang banyak disedot penduduk di perkotaan, dan sungai yang menjadi sumber air baku di PDAM pun tercemar bakteri ini.
Gejala
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa malu karena sering ke toilet dan terganggunya aktivitas sehari-hari; diare yang berat juga dapat menyebabkan kehilangan cairan (dehidrasi) dan kehilangan elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium dan klorida.
Jika sejumlah besar cairan dan elektrolit hilang, tekanan darah akan turun dan dapat menyebabkan pingsan, denyut jantung tidak normal (aritmia) dan kelainan serius lainnya. Resiko ini terjadi terutama pada anak-anak, orang tua, orang dengan kondisi lemah dan penderita diare yang berat.
Hilangnya bikarbonat bisa menyebabkan asidosis, suatu gangguan keseimbangan asam-basa dalam darah.
Diagnosa
Pertama-tama, dipastikan dulu apakah diarenya timbul tiba-tiba dan untuk sementara waktu atau menetap. Dilihat juga apakah:
- Penyebabnya adalah perubahan makanan
- Terdapat gejala lain seperti demam, nyeri dan ruam kulit
- Ada orang lain yang juga memiliki gejala yang sama.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan contoh tinja. Pemeriksaan tinja meliputi bentuknya (cair atau padat), baunya, ditemukannya lemak, darah atau zat-zat yang tidak dapat dicerna, dan jumlahnya dalam 24 jam.
Bila diare menetap, dilakukan pemeriksaan mikroskopik tinja untuk:
- Mencari sel-sel, lendir, lemak dan bahan lainnya
- Menemukan darah dan bahan tertentu yang menyebabkan diare osmotik
- Mencari organisme infeksius, termasuk bakteri tertentu, amuba dan Giardia.
Bila secara sembunyi-sembunyi mengkonsumsi pencahar, maka pencahar yang diminum bisa ditemukan dalam contoh tinja.
Untuk memeriksa lapisan rektum dan anus dapat dilakukan sigmoidoiskopi. Kadang-kadang perlu dilakukan biopsi (pengambilan contoh lapisan rektum untuk pemeriksaan mikroskop).
Pencegahan Diare
Diare dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Adapun cara pencegehan diare dapat dilakukan dengan cara:
- Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting yaitu: 1) sebelum makan, 2) setelah buang air besar, 3) sebelum memegang bayi, 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan;
- Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi;
- Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain);
- Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.
Pengobatan Diare
Diare merupakan suatu gejala dan pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Kebanyakan penderita diare hanya perlu menghilangkan penyebabnya, misalnya permen karet diet atau obat-obatan tertentu, untuk menghentikan diare.Kadang-kadang diare menahun akan sembuh jika orang berhenti minum kopi atau minuman cola yang mengandung cafein.
Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium tinctur) atau loperamide. Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.
Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus. Selama tidak muntah dan tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.
Jika seseorang atau balita telah terserang diare, langkah awal yang dapat dilakukan adalah:
- Berikan minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang;
- Untuk bayi dan balita, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu);
- Berikan garam Oralit.
Segeralah priksakan penderita ke dokter apabila diare berkelanjutan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan.
(Dari berbagai sumber)
Tulisan terkait:
Entry filed under: Kesehatan. Tags: balita, diare, Kesehatan, pengobatan.
8 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed















1.
Sella | 11 Maret, 2010 pada 1:30 pm
.ayah saya sudah dirawat di rumah sakit,tpie diarenya gak sembuh2.
.gmN cara biar diarenya mampet?
2.
why_snu | 11 Maret, 2010 pada 2:03 pm
dh dicoba pke obt tradisional mba, pake daun jambu biji muda jg bisa………atau lo dh di rumah sakit bisax penangannx lebih baik, di beri oralit ma di kasih infus untuk mengganti cairan tubuh yg hilang…….mga cepet sembuh x……..
3.
puput | 18 Oktober, 2010 pada 7:38 pm
apa kah penyakuit ini bisa di cegah dengan obat jambu biji
4.
why_snu | 28 Oktober, 2010 pada 10:15 am
ebagai obat alternatif antidiare, daun jambu biji dan buahnya hanya salah satu dari sekian banyak tetanaman yang
berkhasiat serupa. Selain mudah didapat, jambu biji, daun salam, lempuyang gajah, atau daun katu termasuk yang sudah
terbukti khasiatnya lewat berbagai penelitian.
Dari keempat tanaman tadi, jambu biji atau jambu batu (Psidium guajava L.) termasuk yang mudah didapat. Selain buahnya sebagai sumber vitamin C, hampir semua bagian tanaman ini, terutama daun dan buah muda, dapat mengobati diare lantaran sifat mengelat yang dimilikinya. Begitu juga akarnya. Bahkan bagian ini dikatakan sebagai obat ampuh untuk disentri awal stadium dua.
Zat aktif dalam daun jambu yang dapat mengobati diare adalah tanin. Dalam penelitian terhadap daun kering jambu biji yang digiling halus diketahui, kandungan taninnya sampai 17,4%. Makin halus serbuk daunnya, makin tinggi kandungan taninnya. Senyawa itu bekerja sebagaiast rengent, yaitu melapisi
mukosa usus, khususnya usus besar. Tanin juga menjadi penyerap racun dan dapat menggumpalkan portein.
salam…………..
5.
tya | 26 Oktober, 2010 pada 11:16 am
beberapa hari sebelum ini saya ada sembelit karena ada gangguan wasir kemudian saya pergi dokter daokter bagi saya obat pencahar dan pilex untuk wasir saya malamnya saya minum pencahar taapi menjelang pagi perut saya mulas mulas dan diare sampai 7 kali pergi toilet sampai saya rasa mau lemas .saya hanya minum oralit buatan sendiri .aku nggak tau mau giman lagi sembelit minum pencahar malah diare
6.
why_snu | 26 Oktober, 2010 pada 2:31 pm
mba tya yg baik, Kadang-kadang ada obat tertentu dan situasi medis tertentu yg mengakibatkan diare sering seperti obat pencahar yang mengandung magnesium, antibiotik tertentu dan kemoterapi diketahui menyebabkan diare. Khusus antibiotik ditujukan untuk menghancurkan bakteri yang pada akhirnya menyebabkan hal yang baik dan bakteri buruk untuk menghancurkan yang mengakibatkan ketidakseimbangan dalam sistem pencernaan. Diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun, bakteri dan virus.
coba konsultaskan lagi dg dokter apakah obat pencahar yg diberikan dapat menyebabkan diare atau tidak, agar penangann yg tepat dapt segera dilakukan. perbanyaklah carian agar tubuh tidak menalami dehridasi……
salam, moga lekas sembuh x………….
7.
Nita Royani | 27 April, 2011 pada 7:36 pm
Anak saya diare sudah 4 hari,,sudah dikaih daun jambu biji daun ki tajam,obat-batan dari dokter sampai ke rumah sakit. Saya juga rutin memberikan oralit setiap hari satu bungkus,karena umur anak saya baru 10 bullan. Tapi ko kenapa ya belum ada hasilnya?kira-kira apa obat yang tepat untk anak saya. thank’s
8.
Isma | 13 Agustus, 2011 pada 4:43 pm
N0 comen.tp sy m0 tny gmn atsi mencret pd bayi