Tak Usah Risau, Semua Hanya Sementara
29 Juni, 2009
Seringkali kita merasa bahwa dunia ini tidak adil, seringkali kita merasa bahwa Tuhan telah menganaktirikan kita seingga kita selalu dalam kesulitan. Adakalanya kita tiba pada masa sulit, yang penuh kepedihan dan keluh kesah. Akan tetapi suatu saat datang kegembiraan dan kejayaan pada diri kita yang membuat hidup kita merasa damai dan tenang.
Kawan sebenarnya senang, gembira, sedih, risau, galau, kegagalah, dan kejadian-kejadian lainnya sifatnya hanyalah sesaat dan tidak abadi. Sebagaimana layaknya trangnya cahaya matahari yang ditelah oleh kegelapan malam. Di dunia ini semuanya sifatnya kesementaraan, tidak ada yang abadi. Kesementaraan itu menunjukan bahwa semuanya bukan milik kita. Itu semua adalah milikNYA yang diberikan kepada kita untuk kita nikmati dan kita rasakan untuk menjadikan kita lebih bijak lagi.
Pada saat gembira, syukurilah kegembiraan itu sebagai karunia dari yang maha tinggi, pada saat sedih nikmatilah kesedihan itu sebagai upaya untuk menaikan derajat kita kepada kedudukan yang lebih mulia. Pada saat kita menyadari akan semua kejadian-kejadian itu, maka kita akan bersentuhan dengan jiwa kita yang tenang.
Kesedihan bukanlah keabadian yang kita miliki. Ia laksana butiran pasir yang akan dengan cepat disapu oleh riak-riak ombang di tepi pantai. Sangat cepat, sekejap ia akan hilang dan berganti dengan butiran mutiara yang dihantarkan oleh gulungan ombang yang datang dari dasar laut sana. Kawan, janganlah kesedihan menyebabkan kita terperosok kedalam jurang kehinaan yang dapat membawa kita kepada kehancuran. Ratapan, menyesali diri, apalagi sampai menyalahkan Yang Maha Bijak merupakan tindakan kesia-siaan yang akan merugikan diri kita. Jadikanlah itu semua sebagai langkah awal untuk meniti kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat.
Begitu juga dengan kegembiraan, tidak selamanya roda pedati selalu berputar di atas. Jangan lupa diri, ingatlah bahwa kegembiraan yang kita rasakan sekarang merupakan nikmat yang harus kita syukuri untuk menjadikan diri kita dapat memuliakan makhluk Tuhan lainnya. Jika kita terperangkap pada eforia kegembiraan yang sedang kita nikmati sekarang, kita akan terjebak pada bisikan syaitan yang akan menyesatkan kita. Syukurilah bahwa saat ini kita sedang mendapat giliran untuk berperan sebagai orang yang bergembira. Jika pada suatu saat kegembiaran itu diambil kembali oleh pemiliknya kita tidak meratapinya.
Taruhlah kehidupan dunia ini di tangan kita, jangan masukan dunia ini ke hati cita sobat……..cukuplah di tangan kita saja…Bagaimana kawan?
Entry Filed under: Motivasi. Tag: keadilan, kehidupan, kesedihan, Motivasi.
9 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed














1.
Darwis Sinaga | 30 Juni, 2009 at 8:59 am
good morning, thank you already in the drop in my blog, hopefully tied in close friendship between our
2.
♥adria♥ | 30 Juni, 2009 at 9:56 am
yups smua yg di dapat harus di syukuri
3.
ina | 30 Juni, 2009 at 3:08 pm
iyah, mencintai apa yg telah ada dan mensyukuri apa yg udah didapet ajah,…
lam kenal eah…
4.
haqie | 1 Juli, 2009 at 9:37 am
yap haruuuuuus tetep bersyukur niscaya akan semakin bertambah nikmatmu
5.
zujoe | 1 Juli, 2009 at 11:52 am
yang penting:
bersyukur
bersyukur
bersyukur
dan
bersyukur,
hihihi… bisa juga aku ngomong yang ginian…
6.
Zhys | 1 Juli, 2009 at 12:07 pm
jalan2 ke blog aq jga y?????
7.
KangBoed | 3 Juli, 2009 at 1:00 pm
DUNIA DI TELAPAK KAKI KITA.. HATI MELAYANG BERSAMANYA.. SUBHANALLAAAAAH
SALAM SAYANG
8.
ranny | 3 Juli, 2009 at 2:44 pm
intinya kita harus bersyukur baik besar maupun kecil yang kita dapatin di dunia ini
salam kenal..met hari jumat dan wiken ^^
9.
way of harmony | 4 Agustus, 2009 at 5:55 am
semangat lagi